feat0

Kalo bisa GRATIS, kenapa harus BAYAR!

TAHUKAH ANDA: Berlimpah peluang Bisnis Online yang bisa Anda jalankan dari rumah sekalipun. Hanya tidak semua orang tahu Bagaimana Caranya! Alasan yang paling utama dan klasik adalah MODAL FINANSIAL. Untuk itu saya ingin membantu anda para pemula dengan memberikan eBook dan Training Bisnis Online secara GRATIS!

Read More
feat2

Nggak Punya Waktu: Baca Reviewnya

Resensi-Review-Rangkum buku-buku yang pernah saya baca untuk Anda yang mungkin tidak ada waktu yang cukup untuk membaca text book. Banyak pelajaran yang bisa diambil dan juga menambah wawasan tentang beberap topik yang mereka bicarakan dalam bukunya. Kebanyakan adalah buku-buku tentang enterpreneurship, leadership, management, motivasi diri, biography, pengalaman si pengarang dan novel.

Read More
feat3

Kesempurnaan Wanita: Hamil

informasi tentang masa-masa kehamilan anda, perkemabangan janin dalam tubuh anda. tumbuh kembang buah hati anda hingga berusia 3 tahun. hal-hal apa saja yang perlu anda perhatikan bagi anak anda. 3 tahun pertama kehiupan mereka akan menjadi masa-masa kritis yang menentukan masa depan mereka kelak.

Read More
feat4

Another Text-Only Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Sed eleifend urna eu sapien. Quisque posuere nunc eu massa. Praesent bibendum lorem non leo. Morbi volutpat, urna eu fermentum rutrum, ligula lacus interdum mauris, ac pulvinar libero pede a enim. Etiam commodo malesuada ante. Donec nec ligula. Curabitur mollis semper diam.

Read More
feat5

A Simple Post with Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Sed eleifend urna eu sapien. Quisque posuere nunc eu massa. Praesent bibendum lorem non leo. Morbi volutpat, urna eu fermentum rutrum, ligula lacus interdum mauris, ac pulvinar libero pede a enim. Etiam commodo malesuada ante. Donec nec ligula. Curabitur mollis semper diam.

Read More

Gede Prama: Orang Brengsek Guru Sejati

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat...

manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit. Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal. Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.

Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan:

1. Manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.
Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

2. Manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi lebih longgar ( sabar ).

Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

3. Manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

4. Disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

5. Dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Keutamaan Sholat Subuh

Cendekiawan Muslim Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc menjelaskan mengapa shalat subuh begitu penting. “Karena shalat subuh adalah satu-satunya shalat yang disebut secara eksplisit dalam AlQuran seperti yang termaktub di dalam surat Al Isra (17) ayat 78 yang artinya, - Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh disaksikan (oleh malaikat).”

Diriwayatkan dari Aisyah ra, Rasullullah SAW bersabda,...

"Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum shalat shubuh) lebih baik dari pada dunia dan isinya.” (HR Muslim)

Bisa kita bayangkan, bila yang sunnah sudah begitu sangat mulianya apa lagi yang wajibnya kita laksanakan. Bagaimana bila dilakukan secara berjamaah?Yang akan lebih baik sebesar 27 derajat dari bila kita sholat sendiri.

10 Keistimewaan Shalat Subuh:
Pahala Tanpa Batas
Siksa Pedih bagi yang meninggalkannya
Shalat yang lebih mulia dari dunia dan segala isinya
Perlakukan khusus terhadap salta shubuh
Waktu yang menjadi saksi
Berada dibawah lindungan Allah
Muara ilmu dan iman
Latihan harian bagi ruhani
Penghapus dosa setengah usia
Berkah di tiap langkah

10 Tips Menjaga Sholat Shubuh
Ikhlas
Tekad yang kuat
Hindari Dosa
Doa
Berteman dengan orang saleh
Memperhatikan cara tidur
Jangan kekenyangan
Mengingat-ingat keutamaan waktu fajar
Bunyikan bel pengingat
Ajaklah orang lain

Sumber : Dialog Jumat Tabloid Republika 01/02.08 dan disarikan dari buku Misteri Salat Subuh

OPTIMIS vs SABAR atau OPTIMIS and SABAR …

Apakah anda pernah mendengar cerita tentang Thomas Alfa Edison, yang mengalami kegagalan hingga ribuan kali (ada yang bilang sich sampe 1.300 an kali!!!) namun tetap berusaha menemukan lampu pijar yang kita nikmati sekarang ini.

Pernah dia ditanya oleh seseorang tentang ribuan kali kegagalannya, dia menjawab itu bukanlah KEGAGALAN. Namun, dia menemukan ribuan cara yang salah untuk membuat lampu pijar.

Lalu, dicerita yang lain – bayangkan ...
bila Edison menyerah pada langkah ke 989 maka mungkin kita masih menggunakan obor saat ini sebagai penerangan

wallahualam bi shawab

Cerita ini banyak dibahas oleh motivator untuk menggambarkan dan membakar rasa OPTIMISME kita dalam melakukan sesuatu. Dari sisi lebih religius biasanya untuk menggambarkan tingkat KESABARAN dan Istiqomah terhadap tujuan kita.

Banyak seminar yang saya ikuti dan cerita yang sama berulang, hanya dengan gaya penyampaian yang berbeda saja.

Nah, Hari ini cerita itu berulang kembali. Hanya saja "mentor" saya kali ini adalah jagoan pertamaku, Agaz 5 th. Ceritanya begini :

Sore ini sekitar Jam 4.30an, malam minggu dan cuaca mendung sedari siang tadi, sempat gerimis sedikit malah, jadi suasana sore itu agak sejuklah untuk ukurang pinggiran Timur Jakarta (bukan Jaktim loch…:)
Sekelompok pengamen mengamen di depan rumah, mungkin sekitar 3 orang karena terdengar ada suara gendang, gitar dan “kecrekan” (simbal tapi hand made :) menyanyikan lagu pop yang sedang terkenal. Suaranya lumayan untuk ukuran pengamen – tidak fals lah- mereka bergeser dari sisi kiri pintu garasi ke sisi kanan karena berusaha melihat penghuni di dalamnya.

Karena lumayan juga suaranya, jadi ya saya nikmati saja dengan secangkir coffee mix dan sebatang mild. Namun, belum masuk refrain lagu si Agaz sudah berlari dari dalam rumah, dan belum memakai baju (habis mandi dia :) berlari ke arah pintu pagar ingin memberikan koin kepada para kelompok pengamen itu.

Lagu pun selesai, dan si Agaz berlari sambil teriak2 “ Mah, uangnya dilempar lagi ke aku!” langsung saya datangi si Agaz dan bertanya kenapa? Ternyata dia sedang menggenggam 4 buah koin 500 rupiah, karena susah dia memegangnya, maka dia berniat memberikan satu per satu koin tersebut dari balik pintu pagar besi. Baru memberikan satu koin eh, sudah dilempar ke aku Pah, begitu penjelasan si kecil.

“Memangnya Abang mau kasih semua?” Tanyaku “Iya, pah” sahutnya “hanya aku susah pegangnya, jadi aku kasih satu dulu” penjelasan polos anak kecil itu meluncur dari mulutnya.

Heeem, kalo saja para pengamen itu bersabar sedikit dan tidak langsung emosi merasa terhina -karena susah dibagi 3 kali ya- hanya menerima 1 koin, mungkin mereka akan dapat 4 koin, 2.000 rupiah sudah berapa batang mild tuch, minimal 1 teh botol dech bisa mereka dapat!

Ya… kadang kala ketidaksabaran kita berbuah tidak manis. Mungkin juga rasa bersyukur perlu kita pupuk dalam diri kita masing-masing. Di atas langit masih ada langit katanya? Berarti masih juga banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita, bila kita berpikir terbalik.

Jadi, kelompok pengamen itu kurang OPTIMIS atau ndak SABARAN ya…

Kiat aman berwirausaha (bagian 3)

Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan yakin bakal sukses merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana pendidikan anak.

Cara ini juga dilakukan salah satu pengusaha kawan saya, Pak Harijanto, pengusaha sepatu produsen Nike dan Piero yang punya karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan menjadi entrepreneur dengan membeli saham perusahaan dimana ia bekerja ia juga mempertaruhkan masa depannya: ia bisa sangat sukses namun juga bisa menjadi miskin kalau gagal.

Nah, untuk mengamankan proses untuk menjadi entrepreneur ini, beliau dan istri mufakat. Diputuskan, maju menjadi entrepreneur dengan membeli perusahaaan dimana ia bekerja NAMUN CATATANNYA, sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak tidak boleh diotak-atik. Tabungan anak harus tetap ada dan disendirikan.
Jadi katakanlah proses dia menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan anak tetap aman.

Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik.

Kawan-kawan semua bisa meNyimak dan belajar lebih dalam tentang kiat-kiat menjadi entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak Harijanto) di buku erbitan Gramedia, "10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0" disusun Sudarmadi yang baru saja dicetak ulang.

Semoga informasi ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses buat kawan2 semua.

Wassalam