Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Bisa... Tidak Bisa...

Malem ini dapet postingan di grup WA tetang kata BISA dan NDAK BISA, postingannya berbunyi :

Ketika kita berkata BISA, maka sejuta jalan akan terbuka


Ketika kita berkata TIDAK BISA maka ada 1001 kata siap jadi alasan


Kalo dipikir-pikir dan agak direnungkan sedikit, maka postingan kawan ini ada juga benarnya ya. Bersikap positive adalah sikap yang tepat untuk menerapkan prinsip ini.

Jadi, ingat cerita yang memiliki makna inti yang sama seperti postingan diatas itu. Mau dengar ceritanya? Begini... di jaman dahulu kala... :)

Seorang pengusaha sepatu sedang mengetes dan interview beberapa orang kandidat untuk menjadi marketing manager di perusahannya. Setelah beberapa tahap dilalui maka tinggal sisa 2 orang yang ada ditahap akhir. Maka sang pengusaha sepatu ini mengutus masing-masing kandidat ke salah satu negara afrika yang sedang berkembang.

Misi mereka cukup simple dan sederhana, datang kesana lalukan survey dan apakah kita layak membuka cabang bahkan pabrik disana untuk menjual sepatu yang dijual oleh perusahaannya.

Setelah 2 minggu berselang maka keduanya telah kembali ke kantor pusat dan siap melakukan laporan terhadap tugas yang diberikan oleh sang pengusaha sepatu ini.

kandidat pertama - memaparkan hasil temuannya dalam banyak slide presentasi di power point. Dimana intinya dari laporan yang diberikan adalah - negara di Afrika tidak layak untuk membuka cabang, apalagi hingga membuat pabrik disana. Alasannya adalah hampir semua tempat dan kota yang didatanginya disana tidak ditemukan toko sepatu!

Setelah diperhatikan lebih seksama maka hampir semua orang Afrika di negara tersebut TIDAK menggunakan sepatu. Mereka lebih senang bertelanjang kaki. Jadi, afrikan bukan lah tempat yang tepat untuk berbisnis sepatu.

kandidat kedua - hanya ada satu lembar laporan dengan tulisan besar yang berbunyi: Big Opportunity untuk berjualan sepatu disana, karena

hampir semua orang afrika saat ini tidak menggunakan sepatu maka kemungkinan keberhasilannya akan besar bila kita mengedukasi mereka pentingnya menggunakan sepatu bagi kesehatan dan keselamatan mereka sendiri.

Nah - kandidat pertama mewakili TIDAK BISA dan kandidat kedua sebaliknya. Kira-kira siapa yang akan di angkat sebagai marketing manager di perusahaan sepatu tersebut.

Yup pasti jawaban anda sama dengan saya :)

Nah, saat kandidat kedua berkata kesempatan besar untuk mengembangkan industri sepatu disana. pada saat yang sama dalam otaknya sudah mulai berpikir bagaimana caranya, langkah apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan. Inilah yang terangsang saat dia berkata BISA,

kandidat yang lain karena sudah berpikiran TIDAK BISA maka saat itu juga muncul berbagai alasan yang bisa diajukan ke depan bos selama paparan/laporan berlangung. Hal inilah yang langsung terpikirkan olehnya saat melakukan paparan.

Nah, marilah kita mulai untuk membiasakan diri selalu berpikiran positif, karena ini akan menarik energi positif yang lain yang akan membantu kita secara langsung dalam melakukan suatu keputusan.

OK, jangan langsung berkata tidak bisa ya... padahan nyoba aja belom, baru liat atau denger doangan :)

You are unique

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.

Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
 

Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”

Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. "gila"

Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”


Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.

Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.



Bahasa Vs.English dalam hitungan

Tau kah anda bila tanpa kesengajaan alphabet bisa kita berikan no mulai dari angka 1 untuk A hingga angka 26 untuk Z, maka kita dapat membentuk nilai beberapa kata dalam bahasa indonesia dan inggris.

Ada hal menarik yang saya lihat pada saat melakukan hal ini - Asumsikan angka 100% adalah nilai yang paling tepat dan sesuai dari suatu kata bila kita lihat dalam pengaplikasiannya dalam hidup kita sehari-hari.

Ngga percaya? Mari kita berhitung... .

 






Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb (dalam %):
A B C D E F G H I   J   K  L  M  N  O   P  Q   R   S  T   U  V 

1  2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

W  X  Y   Z 
23 24 25 26

Mari kita hitung sama-sama:
H A R D  W  O  R  K (kerja keras)
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

 K  N  O  W  L  E D  G E (pengetahuan)
11 14 15 23 12 5 4  7 5 = 96% Only

 L  O  B B Y  I  N G (pendekatan)
12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

 L  U  C  K (keberuntungan)
12 21 3 11 = 47% Only

ternyata...
semua nilai dari usaha-usaha kita di atas nggak bisa mengalahkan yang satu ini:
 

        A  T   T  I  T   U  D E  (sikap/tingkah laku)
        1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%


tapi ini rumus yang berlaku di negeri bule sono. Kalau di Indonesia sih, itung-itungannya jadi begini nich :


        G I G I H (hardwork)
        7 9 7 9 8 = 40% Saja

        I  L  M  U (Knowledge)
        9 12 13 21 = 55% Saja

         L  O  B I (Lobbying)
        12 15 2 9 = 38% Saja

        M  U   J   U  R  (Luck)
        13 21 10 21 18 = 83% Saja

        S   I  K A  P   (Attitude)
        19 9 11 1 16 = 46% Saja

         K  O  R  U   P   S  I
        11 15 18 21 16 19 9 = 109%

Jadi kalo di Indonesia yang paling penting bukan ATTITUDE tapi KORUPSI ?????!! !!!!


Nah, anda setuju ndak? hitungannya dah jelas loh :)

Love Your Job... but Don't Love the Company

Bahan renungan yang bisa kita, para employee/pekerja baca dan cerna dengan kejernihan akal pikiran kita sendiri. terutama bagi anda yang mengaku menjadi karyawan teladan :)

Dr APJ Abdul Kalam adalah CEO sebuah perusahaan IT dari India yang pernah berbicara dalam sebuah sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam 50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek). 

 
INTINYA CERITANYA ADALAH :


Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan kata-katanya:

Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. 


Adapula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic.

Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. 


Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya.

Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan. Parakaryawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi.

Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain untuk meninggalkan kantor tepat waktu. Langkah pertama dan terpenting adalah saya lah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi. Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya sendiri.

Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang. Sebagai contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang menurut saya cukup membantu:

  1. Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat bekerja..
  2. Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari..
  3. Pulanglah ke rumah
  4. Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan rekan-rekan.
  5. Makan yang sehat dan tidur yang cukup

Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating. Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif
dan seimbang.

Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah konsep yang sederhana


Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar yg bersifat personal pada dirinya.
 

Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa yang
akan kita lakukan.'



Siapakah Anda hari ini?

Lagi-lagi saya temukan tulisan yang bagus ini disalah satu pojokan hardisk saya - sepertinya tulisan lama dan mungkin tulisan salah satu mentor di Enterpreneur University-nya purdi.e.chandra, tapi sangat relevan dengan apa yang satu tulis beberapa minggu lalu, yaitu mengenai The Power of Dream
silahkan anda baca semoga bermanfaat -


Siapakah Anda hari ini?

Tidak lulus sekolah, hanya lulusan SMP, SMA, D3, sudah sarjana, atau doktor sekalipun? Tapi, apa posisi Anda sekarang ini? Apakah masih pengangguran, sibuk mencari kerja, cuma karyawan dengan gaji pas-pasan, menjelang usia pensiun, atau malah sudah pensiun? Itu semua tidak penting. Hari ini boleh jadi Anda belum sukses atau pada posisi masih kalah dengan yang lain. Namun orang lain nantinya bisa melihat siapa diri Anda tiga atau lima tahun mendatang. Bisakah Anda membuat gambaran diri yang lebih baik untuk lima tahun mendatang?Siapakah diri Anda saat itu?

Saya ingin mengajak Anda sejenak menyelami kekuatan mimpi atau cita-cita yang sungguh-sungguh bisa diwujudkan di alam kenyataan. Cobalah berani memimpikan suatu situasi atau kondisi dalam lima tahun ke depan. Nah, mimpi Anda lebih bagus atau justru lebih buruk dari yang sekarang?

Pertama-tama kita harus tahu bahwa mimpi bisa saja diartikan sebagai cita-cita kalau memang kita benar-benar ingin mewujudkannya. Memang ada sedikit perbedaan antara keduanya. Mimpi hanyalah lamunan-lamunan indah semata, kadang malah ngawur, dan bahkan terkesan tidak masuk akal. Sementara cita-cita biasanya sudah dilengkapi dengan rencana pencapaian. Tetapi, jika mimpi yang tampaknya tidak masuk akal (menurut pemahaman kita saat ini) diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka nilainya sama saja dengan cita-cita yang tinggi.

Dunia membuktikan, hanya orang-orang yang bercita-cita tinggilah yang mampu mengubah wajah dunia. Namun dulunya mereka suka diledek sebagai pemimpi belaka. Zaman dahulu, gagasan bahwa orang bisa terbang ke angkasa luar dianggap mimpi di siang bolong. Namun begitu teknologi pesawat telah mampu membawa manusia menjelajahi angkasa luar, gagasan gila itu benar-benar jadi kenyataan yang tak terbantahkan. Pencapaian-pencapaian besar selalu dimulai dari mimpi-mimpi yang besar pula.

Begitu pula Anda, jangan takut untuk bermimpi menjadi siapa, memiliki apa, dan bisa apa saja, dalam beberapa tahun ke depan. Termasuk mimpi dalam bidang bisnis. Mungkin suatu saat Anda melihat peluang dipasar. Dengan kemampuan otak kanan dan dorongan dari mimpi-mimpi Anda, kemudian mengambil peluang tersebut. Muncul harapan bahwa dua tahun lagi bisnis itulah yang akan menghantarkan Anda kepada terwujudnya mimpi Anda. Kekuatan mimpilah yang akan memberikan dorongan besar dalam perjuangan Anda.

Mimpi fisik dan spesifik
Mimpi memang bisa menjadi tenaga pendorong yang dasyat. Tetapi, mimpi macam apa? Ya, mimpi yang dasyat tenaga dorongnya untuk menjadi nyata adalah mimpi yang spesifik dan memiliki gambaran fisik yang jelas sekali. Mimpi kita harus memiliki gambaran fisik yang jelas dan lebih spesifik lagi dengan target waktu tertentu. Sebab kita hidup bukan di alam imajinasi belaka, namun di dunia yang serba nyata. Jadi, supaya bisa terwujud, mimpi harus jelas gambarannya, spesifik wujudnya, dan ada jangka waktu pencapaiannya.

Misalnya saya sendiri bermimpi bahwa lima tahun ke depan saya harus memiliki rumah berharga Rp2 miliar dan mobil Mercy 260 di garasi. Tidak penting siapa saya atau Anda sekarang ini, semuanya boleh-boleh saja bermimpi. Wong bermimpi itu gratis!

Tapi mimpi saja tidak cukup. Semisal jika bermimpi menjadi pengusaha besar dengan bisnis yang besar pula, maka parameter fisiknya juga harus jelas. Berarti kita harus bermimpi mempunyai beberapa perusahaan dengan omset miliaran rupiah, punya karyawan sampai ratusan atau bahkan ribuan, mimpi masuk bursa saham, melebarkan sayap hingga ke mancanegara, dll. Sementara sebagai pengusaha besar, fakta di lapangan harus menguatkannya, misalnya dengan memiliki rumah mewah, mobil mewah, investasi di mana-mana, dll.

Sementara kalau beraninya hanya mimpi menjadi pengusaha yang sedang-sedang saja, paling-paling cuma punya mobil Kijang atau mobil pick-up lalu sudah menganggap diri kaya. Itu pun juga tidak masalah. Yang terpenting adalah, berani mimpi apa saat ini? Jika berani mimpi, tulislah sekarang juga!

Namun lagi-lagi, mimpi yang tinggi saja tidak cukup. Untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, kita butuh tindakan-tindakan yang konkret serta kekuatan lain yang bisa membantu kita mencapai tujuan. Tindakan-tindakan itu adalah:

1. Optimalkan Proses: Setelah kita berani bermimpi hingga tidak terbatas (dengan menggunakan kemampuan otak kanan), maka langkah selanjutnya adalah menggunakan otak kiri untuk mewujudkannya. Kita harus melihat kondisi nyatanya sekarang, lalu mencari kendaraan dan membangun jembatan untuk menuju ke "tanah seberang" yaitu tanah impian kita. Pada tahap ini kita dituntut untuk mengoptimalkan segala daya upaya supaya mampu memilih kendaraan yang tepat, melewati jembatan yang kuat, dan kemudian menuju ke tempat yang kita inginkan.

2. Kekuatan Doa: Berdoa merupakan sarana pendekatan diri kepada Tuhan dan meminta restu-Nya supaya cita-cita kita bisa diwujudkan.
Dengan berdoa, insya Allah daya optimis kita akan bertambah dan keinginan kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu juga semakin besar. Dan yang terpenting, dengan doa itulah kita memohon restu Tuhan. Dalam bahasa praktis, doa itu ibarat pengajuan proposal kepada Tuhan. Bagaimana dapat "proyek" kalau tidak pernah mengajukan "proposal"?

3. Revisi Mimpi: Namanya juga mimpi, sudah gratis, ya tentu bisa diubah-ubah semaunya kita. Jika mimpi belum tercapai, kita bisa memberikan tenggat waktu yang lebih panjang. Namun, bisa saja mimpi mendapatkan rumah seharga Rp2 M dalam lima tahun ternyata malah sudah tercapai dalam waktu tiga tahun. Mungkin saking kuatnya pengaruh mimpi itu dalam mendorong kerja keras kita, bisa saja hal semacam itu terjadi. Maka, sah saja kalau kita merevisi mimpi untuk dua tahun sisanya dengan mimpi yang lebih tinggi lagi.

Nah, mimpi kan gratis. Mengapa kita harus takut bermimpi? Justru yang perlu ditakutkan adalah kesiapan mental kita saat mimpi tersebut menjadi kenyataan. Anda sudah siap menerima kenyataan itu nantinya.

Mengapa Lelaki Berbohong?

Buat para Perempuan...
jangan terburu-buru berburuk sangka jika teman lelaki, Pacar atau Suaminya berbohong

Begini Ceritanya :
Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh kesungai. Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul. "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai. Lalu Dewa menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas.

"Apakah ini kapakmu?"
"Bukan, Dewa " Lalu Dewa muncul kembali membawa kapak perak.
"Apakah ini kapakmu?"
"Bukan, Dewa" Lalu Dewa mengeluarkan sebuah kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi
"Apakah ini kapakmu?"
"Ya, Dewa, benar ini kapak saya" "Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu"

Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang dengan gembira. Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut. Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul.

"Mengapa kamu menangis?"
"Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa" Lalu Dewa menghilang kedalam sungai dan muncul kembali dengan membawa Jennifer Lopez
"Apakah ini istrimu?"
"Ya, Dewa" Lalu Dewa marah dan berkata
"Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu? " Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata,
"Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa Britney Spears , dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali
membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya. Saya ini orang miskin,Dewa, tidak  mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri..."

KESIMPULAN:
Lelaki berbohong itu demi kebahagiaan orang lain... :)

PRINSIP 90/10 by Stephen R.Covey

Saya sadur dari tulisan pengarang 7 Habits for Effective People yang terkenal itu :

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.


Apa maksudnya ?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.

Contohnya :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.

Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya ? …. Dari cara reaksi anda !!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.


Marilah kita lihat contoh dibawah ini :


Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda :
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya.
Akhirnya anak anda ketinggalan bis.

Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan
mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.

Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.
Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.

Mengapa ? … Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa ?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ?
Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?

Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ?

Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain :
- Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

NIKMATILAH HIDUP INI !!