Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Review 2014 - Commitment adalah masalah yang lainnya ternyata

Nah, dapet satu lagi yang ternyata menjadi salah satu hal yang harus diperbaiki di tahun 2015 ini - agak lama untuk menyadarinya, atau lebih tepatnya adalah untuk mengakuinya.red - yaitu commitment

Dimana commitment memiliki arti yang sama degnan Promise atau Janji. 

Kata ini sendiri menurut kamus wikipedia.com adalah seperti yang tampak pada gambar di samping ini.

Commitment adalah promise untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dengan segala konsekuensinya. 

Banyak arti yang berbeda dengan kata ini baik ditinjau dari beberapa penggunaannya dalam konteks pokok bahasan filosofi, politik, sosal, psykologi, kepercayaan dan lainya. masing-masing memiliki spesifik 'penterjemahan' yang berbeda namun tetap sama yaitu commitment sama dengan Janji.
Dan Janji haruslah ditepati.

Renungan -
Ada beberpa hal yang ternyata bisa membuat kita tidak menepati janji yang telah terucapkan, seperti:

  • Lupa - alasan yang paling tidak bisa diterma oleh siapapun, karena pada prakteknya kebanyakan orang tidaklah benar2 lupa.
  • Kebiasaan - kebiasaan berjanji untuk menyudahi komunikasi atau agar komunikasi yang sedang dilakukan dapat di akhiri dengan cepat, karena mungkin suatu alasan tertentu. baik yang masuk akal atau pun tidak.
  • Mengabaikan - sudah tau, tidak lupa namun tetap tidak diindahkan. hal inilah yang rasanya kemaren itu paling banyak terjadi.

kenapa sampai di abaikan?mungkin karena malas atau konsekuensinya tidak membuat kita takut atau membuat kita menjadi sangat bersemangat untuk mengerjakannya? banyak alasan yang bisa ditelusuri mengapa sampai tidak menepati janji atau berkomitmen.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan TDW dalam salah satu seminar, atau CD motivasi atau mungkin salah satu artikelnya, namun yang saya ingat adalah - buat alasan yang akan mempengaruhi atau memberikan dampak (buruk biasanya) yang tidak ter'peri'kan kepada orang-orang yang kita cintai.

Dalam kasusnya dia bercerita - salah satu keputusannya keluar dari BCA sebagai kepala cabang saat itu dan mengejar karir sebagai seorang motivator atau trainer adalah komentar sang Ayah pada saat sakit dan dirawat di Singapura. Saat itu karena dana yang menipis maka keluarga memindahkan sang ayah dari ruang perawatan kelas satu ke kelas tiga, sang ayah berkomentar "Tung, kamu sudah tidak punya uang lagi ya... sampai harus memindahkan ayah dari kelas I ke kelas III, kalo gitu sebaiknya kita pulang saja daripada uang mu habis"

Hal ini yang membuat TDW memiliki alasan yang kuat untuk mengejar cita-citanya dan berkomitmen untuk mewujudkannya, karena sebagai kepala cabang bank besar di Indonesia ternyata secara finansial tidak bisa mensupport dan memberikan yang terbaik pada ayahnya.


Kalo dipikir-pikir sih ada benernya juga atau bahkan banyak benernya, bukan hanya ada :)


kadang kala bila alasannya adalah untuk diri sendiri atau karena diri sendiri maka banyak dari kita yang akan mempunyai lebih banyak lagi alasan untuk tidak melakukannya. Hal ini saya alami sendiri, yang terjadi adalah penundaan menjadi sering terjadi dan pada akhirnya karena sudah dateline menjadi tidak berkualitas hasilnya atau malah sama sekali tidak dilakukan atau di eksekusi pada akhirnya.

Namun, pada saatnya saya sadari bahwa dampaknya akan mengenai anak-anak saya maka rasa tanggung jawab akan komitmen itu menjadi sangat lebih berarti. 


Jadi, rasanya [YA] bila kita memiliki alasan untuk berkomitmen karena akan memberi dampak yang terbaik bagi orang-orang yang kita cintai dan kasihi, maka rasa tanggung jawab yang tinggi akan menggiring kita meakukan apa yang telah kita janjikan untuk terpenuhi dengan segala macam konsekuensi dan akibat yang akan kita alami sendiri secara individu.

itu yang saya rasakan, bagaimana dengan anda?

Sang Inspirator sedang terpuruk

Anda kenal siapa yang ada dalam photo disebelah ini?
Ya, dia adalah Purdi E.Chandra salah seorang inspirator bangkitkan jiwa enterpreneurship di Indonesia - anda pasti kenal dengan universitasnya yang di singkat EU (Enterpreneur University) yang telah menelorkan banyak "alumnus" yang berhasil di bidang wirausaha di Indonesia.

Virus enterpreneur yang ditularkan terkenal dengan jargonnya - "CARA GILA JADI PENGUSAHA". Dia juga adalah pendiri dari bimbingan Primagama yang telah berkembang pesat dan merambah ke berbagai bisnis yang lainnya.

Dia juga salah seorang yang telah "meracuni" pikiran saya tentang enterpreneurship. Terutama dengan pemikirannya yang sangat provokatif sehingga membuat saya berpikir juga. Apakah saya sudah berada di jalur yang benar?

Beberapa artikelnya saya "copas" juga dalam sub-blog 4Quadrant saya, dengan membacanya pasti saya yakin anda akan merasakan bahasa provokatif yang menantag kita untuk berpikir dan menjadi "gerah" - terutama bagi mereka yang sedang berada dalam zona nyaman saat ini. 

Apakah provokasinya berjalan dengan baik?
saya rasa ya, dari sisi lulusan EU banyak yang berhasil menjadi orang kata orang tua saya dulu. angkatan 'mahasiswa' nya juga sudah puluhan di berbagai kota. saya pernah juga menhadiri salah satu seminar EU ini dan sharing dari para senior yang sudah terjun langsung dalam bidang kewirausahaan ini dan juga mendengarkan langsung dari Purdi E.Chandra secara langsung. Memang sangat provokatif dan benar-benar "makjleb" - istilah saya - saat mendengarkan paparan dan jawaban2 yang diberikannya.

renungkan dengan hati tenang dan "open mind" maka kita akan mendapatkan pencerahan atau pun memahami pemikiran yang coba dilontarkannya, tanpa harus menghakiminya sebagai sesuatu yang harus ditelan mentah-mentah dan langsung dilaksanakan.
salah satu yang paling saya ingat adalah pertanyaannya kepada para peserta seminar yang saya hadiri saat itu -

"Anda masih bekerja saat ini? mau jadi pengusaha?" begitu tanyanya "Ya, sudah besok ajukan saja surat resign ke atasan anda maka lusa anda sudah bisa jadi pengusaha" - provokatif-kan :) apakah semudah itu? bisa YA bisa TIDAK.
ketika ditanya alasannya, dengan santai dia bilang - "kalo sudah resign kan ndak ada pemasukan, maka anda akan berpikir dengan keras bagaimana caranya mendapatkan pemasukan. Nah, anda akan langsung menjadi kreatif!" lanjutnya "ciri dan syarat menjadi pengusaha adalah kreatif dan manusia akan cepat kreatif bila kepepet kan. Jadi, ya pepetkan saja sekalian"

Namun, malam ini secara tidak sengaja saya browsing di google ternyata bapak ini sedang di rundung masalah hingga akan di penjarakan segala, begitu berita yang saya baca di web panajurnal dan web direktorat jenderal pajak, kejadiannya sudah berlangsung dari tahun 2013 kemarin ternyata. 

Nah, cukup menarik untuk mengikuti perkembangan dari kasus ini. Namun saya yakin akan ada banyak komentar yang beragam mengenai kejadian ini. Baik yang positif untuk para pendukung Purdi E.Chandra atau pun yang negatif bagi para penentangnya. Sperti biasa...:)


Saya termasuk anggota telat grup yang mengetahui masalah ini?
kemana aja ya selama ini? jadi mikir dech, apakah ini salah satu inconsistent yang saya bahas di tulisan untuk review 2014 ya? bisa jadi iya, jika IYA memang terbukti dech. Mari berbenah sebelum terlambat lagi! karena sekarang dah terlambat juga dibandingkan dengan teman seangkatan nich :(

Good to Great the Articles

pagi ini begitu buka  laptop di screen langsung terpasang wallpaper desktop yang berisi quotes cukup menarik - btw. aku pasang fasilitas desktop background slide show, jadi setiap beberapa menit sekali wallpapernya berubah; memang canggij nich kerjaan oom biil gates :) - bunyinya adalah seperti gambar di samping berikut ini --->

Jadi ngebayangin kalo berada di comfort zone itu memang sesuatu yang sangat 'membahayakan' dalam artian untuk pengembangan diri sendiri. 


Quotes ini benar-benar provokatif karena kita sudah berada di posisi yang bagus namun di tantang untuk meninggalkannya dan melakukan sesuatu yang lebih bagus, baik dan besar lagi - saat berada disana pasti quotes ini akan terasa sama pada saat kita membacanya sekarang.

Setuju atau tidak itu adalah pilihan dan pilihan berpulang ke kita sendiri sebagai "final decision maker"-nya.


Ini adalah ajakan untuk selalu berubah dan menjadi yang terbaik, berada di comfort zone bukanlah pilihan. Bila kita ingin selalu berada di tempat yang terdepan dan memenangkan persaingan maka, tidak ada kata lain selain maju terus dan selalu berbuat yang terbaik. 

Berbuat baik ini adalah komitmen yang harus kita terapkan dalam bidang apapun atau pekerjaan apapun yang kita geluti, NO PAIN NO GAIN - saya mengartikannya sebagai berikan yang terbaik yang kita mampu maka rewardnya akan datang kemudian dan itu adalah sebuah KEPASTIAN.

Janganlah belum-belum sudah meminta bagian kita seberapa besar, berapa kita akan dibayar atau apa untungnya buat saya. ini adalah sikap mental yang bertolak belakang dengan apa yang dimaksudkan disini. Percayalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang kita lakukan dan Dia pasti sudah menyiapkan rewardnya sesuai dengan apa yang telah kita perbuat dan apa yang pantas kita dapatkan.

Renunang ini jelas membakar "sesuatu" yang ada di dalam diri terlebih setelah membaca ini saya coba browsing dan klik siapa si Steve ini dan dia adalah - steve prefontaine -January 25, 1951 – May 30, 1975 was an American middle and long-distance runner who competed in the 1972 Olympics. Dia ternyata juga mempunyai quotes yang lainnya yang setelah saya baca, lebih membuat saya terpekur dan merenung jauh lebih dalam lagi.

Berikut quotesnya...



Dan, kali ini saya tidak bisa berucap lagi selain setuju dengan kedua quotes yang dibuat oleh mas Steve Prefontaine ini. :)



ternyata ada bagian yang kita bahkan akan merugi bila kita tidak melakukan yang terbaik dari yang kita bisa. Kalo di pikir-pikir benar juga, sedikit merubah focus anda maka ternyata hasilnya bisa berbeda
 

hemmm.... mulai bau angus nich... spertinya sudah ada yang terbakar nich. minimal dalam otak dan mulai menjalar ke hati saya untuk menantang keseluruhan tubuh saya untuk selalu memberikan yang terbaik yang saya bisa dan mengejar yang terhebat yang saya mampu.

Mari kita laksanakan kawan... sebelum semua terbakar dan menjadi abu. Minimal saya sudah mulai sharing di blog ini :) bagaimana dengan anda?


#Yaahh.... roti bakar ku dah gosong dech

Review 2014 - PERSISTENT adalah masalahnya

Akhir tahun lalu saat di rumah sakit menunggu yang baru lahiran, iseng aku coba melihat pencapaian di tahun 2014 berdasarkan apa yang aku tulis sebagai resolusi untuk tahun kemaren. Ada yang tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan, namun ternyata banyak yang tidak sesuai dengan rencana dan keinginan ku sendiri. 
Setelah di pikir-pikir apa saja penyebabnya maka ada satu kata yang tampaknya berulang dari hasil review itu sendiri yaitu - PERSISTENT.

sering dengar namun apa sebenarnya persistent ini, berikut kata oom google dari hasil browsingan:


 

terjemahan bebasnya untuk point
  1. terus tetap tegas dan keras kepala (kekeuh -sunda); ngeyel dalam suatu tindakan meskipun mengalami kesulitan ataupun perlawanan
  2. terus ada atau bertahan untuk jangka waktu yang lama
sementara dalam terjemahan bahasa indonesianya adalah - gigih, keras hati, berkanjang (ini apa ya artinya?), teguh, ulat (?) dan tetap.

Nah, ternyata dengan melihat arti dari oom google ini membuat aku makin yakin bahwasanya memang kurang PERSISTENT dari aku sendiri yang membuat beberapa resolusi tahun lalu tidah berhasil aku raih, dapatkan, dan tidak kejadian seperti yang aku inginkan.
 

Goal sudah dibuat, rencana action sudah dirancang namun... kegigihan (masih dipertanyakan), ini yang tenyata tidak gampang untuk dilakukan pada diriku. 1002 alasan bisa saja kubuat dan tidak melakukan perlawanan untuk tidak melakukan apa yang sudah dipikir atau bahkan direncanakan. MErubah kebiasaan, apalagi mindset adalah challenge yang lain yang musti di hadapi.
Tidak gampang ternyata untuk keluar dari zona nyaman kita dan beradaptasi dengan perubahan itu sendiri, walau kita tahu perubahan yang kita lakukan pada dasarnya adalah pondasi untuk membangun zona nyaman berikutnya yang pastinya akan lebih dan lebih dari zona nyaman kita saat ini.

Jadi, dari semua resolusi 2015 - diatas semua resolusi yang telah dibuat maka kata PERSISTENT haruslah mendapatkan porsi khusus untuk memenuhinya.

Let's go persistent and consistent.
What is the difference?



2015 New Years - Apa yang berbeda?

Pagi ini adalah hari pertama di tahun 2015, rasanya tadi malam tidak ada sesuatu yang istimewa terjadi ~ kata orang banyak yang bersiap untuk melakukan pesta pergantian tahun ~ walau banyak pemimpin kota di Indonesia yang mengganti acara perayaan dengan panggung hiburan dan pesta kembang api dengan kegiatan yang lebh bermanfaat seperti mengalihkan dana yang digunakan untuk membantu sodaranya yang lain karena banyak bencana yang INDONESIA alami di 2014

Korban longsor - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengungkapkan data sementara kejadian bencana di Indonesia tahun 2014 adalah 248 jiwa orang tewas akibat longsor. (merdeka.com -14/12)

Kebakaran di JakUT - Padatnya penduduk di wilayah Jakarta Utara, menjadi satu dari sekian banyak penyebab kebakaran. Sepanjang tahun ini, ada 169 kasus kebakaran yang menewaskan 6 orang di Jakarta Utara.
Data Sudin Damkar Jakarta Utara mencatat, mayoritas penyebab kebakaran karena akibat korsleting dengan 92 kasus. Kemudian akibat kompor meledak 27 kasus, akibat rokok 17 kasus dan 34 kasus akibat berbagai penyebab lain.

ternyata banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dalam kategori becana alam di Indonesia sumber - http://dibi.bnpb.go.id/





Nah, apa hubungannya dengan kita?

pertanyaannya adalah apa yang sudah kita lakukan berbeda dari tahun sebelumnya? minimal untuk memperbaiki apa yang akan tejadi di tahun sebelumnya agar lebih baik. TAKE ACTION adalah kata yang paling tepat. 

Ini akan menjadi renungan saja? data tinggal data saja? atau karena baru berganti tahun maka semangat berubah masih tinggi namun seminggu kemudian sudah kembali kepada kebiasaaan lama. HIJRAH adalah kata lain untuk menggambarkan perubahan yang harus kita lakukan di tahun ini.

Pergantian tahun 2012 - tema yang sama sudah saya tulis di blog ini juga, perubahan harus dilakukan dengan penuh persistent - pantang mundur. untuk melakukan perubahan yang harus dilakukannya karena kata einstein... hanya orang...

So, let's change our action and be persistent guys.