Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Hai... Ente mau MATI dimana?

siang ini baru mendengar tausiah tentang apa yang harus dilakukan di usia 40 tahun, bukan masalah empat puluh tahunnya yang menarik perhatian saya namun ada 1-2 paragraf yang disampaikan sang ustadz tentang kematian yang membuat saya terhenyak, yaitu 

~ Engkau akan MATI ditempat di mana kebiasaanmu dibangun!

artinya seperti apa?

terbayang beberapa berita tentang kejadian kematian yang pernah saya dengar, ada yang memang meninggal:
  • karena sudah tua dan sebelumnya dirawat dirumah sakit untuk beberapa lama, 
  • dipelukan istri tercinta - seperti suami adik ipar saya, 
  • kecelakaan lalu lintas - baik dengan kendaraan umum atau pun pribadi,
  • kecelakaan pesawat terbang, kapal laut atau pun kereta api,
  • tiba-tiba setelah berolah-raga keras seperti futsal,
  • karena terjatuh di kamar mandi dan lain sebagainya,
  • bahkan - saat menjalankan ibadah haji

Itu adalah beberapa contoh kejadian tentang tempat kejadian orang dapat meninggal dunia, kalo di tilik-tilik tempat mereka meninggal itu kebanyakan bukan tempat yang asing bagi mereka. Mungkin selama hidupnya mereka termasuk sering ke daerah tersebut. Contohnya adalah -

Steve Irving - presenter terkenal dari Australia yang spesialisasinya tentang penaklukan binatang-binatang liat di alam secara live. Mulai dari hutan Australia hingga ke Afrika sana. Dimana dia MATI? atau bagaimana dia MATI? 
terkena racun ikan STINGRAY di laut - masih berkaitan dengan kebiasaan dia yang berpetualang dengan binatang-binatang liar di habitat aslinya 

Ayrton Senna - pembalap F1 asal BRASIL dan pernah beberapa kali menjuarai ajang perlombaan JET DARAT ini. Dimana dia meninggal? di sirkuit saat Dia balapan. Karena memang sejak muda dia sudah banyak bergaul atau bisa dikatakan besar di sirkuit. Dia memulai karirnya sejak remaja. 
COntoh lain di dunia balap ini juga adalah pembalap MotoGP500 - Marco Simoncelli; karena mereka bergulat dengan dunia balap. Berada di sikuit sudah menjadi kebiasaan rutin yang mereka.

Kebanyakan Tentara - banyak yang meninggal pada saat tugas atau pun seperti beberapa waktu lalu, banyak yang meninggal karena pesawat hercules yang mengangkut mereka jatuh tidak lama setelah lepas landas.

Artinya - probabilitas orang meninggal akan tinggi di tempat dimana mereka biasa (atau kebiasaan) melakukan aktifitas. Kurang lebih begitulah kesimpulannya... Jadi, melihat kebiaasaan kita ke tempat mana kita biasa pergi maka kemungkinan kita bisa juga meninggal disana. 

Sering ke MESJID untuk salat berjamaah? tidak jarang kita mendengar atau melihat dari rekaman YouTube, ada jamaah yang meninggal saat menjalankan salat. Subhanallah...

Tapi, pernah mendengar ndak ada berita dikoran harian ibukot yang berjudul "SETELAH MEN-'CEKEK' BOTOL MINUMAN, SEORANG KAKEK YANG MENANG TOGEL MATI DI ATAS PUSAR..."

Silahkan direnungkan.... Ubahlah kebiasaan Anda menjadi lebih baik lagi!
Karena kita tidak tahu kapan dan dimana akan dipanggil oleh-NYA.


Puisi Terakhir Rendra II

WS-Rendra-1440x564_c

saat browsing tentang puisi terakhir rendra banyak versi ternyata, tapi yang saya yakini adalah yang saya upload pada tulisan sebelumnya di blog saya ini, banyak versi tentang puisi yang versi berikut ini - terlepas dari mana yang paling benar versinya (mungkin akan saya update saat dapat yang asli) - ada sesuatu yang bisa saya pelajari didalamnya.

Makna yang terkandung sangat gamblang di jelaskan - versi ini saya dapat dari salah satu teman trainer saya, silahkan diresapi dan direnungkan maknanya tanpa harus berpolemik keaslian dan ke ontetikannya.


Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang me: muji *MILIKKU*,
aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?
*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ *MUSIBAH,*
_kusebut itu_ *UJIAN*,
_kusebut itu_ *PETAKA*,
_kusebut itu apa saja ..._
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*....

Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan
*KEBUTUHAN DUNIAWI*,
_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,
_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,
_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,
_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,
_Kutolak KEMISKINAN,_
Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*, 
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra  Dagang_ ku
dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

_Duh TUHAN ..._

Padahal setiap hari kuucapkan,
_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya TUHAN, AMPUNI AKU, YA TUHAN ..._

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya TUHAN...

Sebab aku yakin
*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*,
aku lupa,
bahwa *HIDUP* itu sendiri
adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,
aku lupa,
bahwa *SEMUA* yang aku miliki
juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*,
aku lupa,
bahwa dalam *KELEMAHAN*,
Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*,
Aku lupa,
bahwa *HIDUPKU* adalah
sebuah *KEBERUNTUNGAN*,
kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepadaNYA

Bukan karena hari ini *INDAH*
kita *BAHAGIA*.
Tetapi karena kita *BAHAGIA*,
maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*.
Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*.
Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*.
Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi *LENTERA* yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,

maka *BERDOALAH* untuk kebaikan.....

Puisi Terakhir Rendra

Berikut adalah puisi terakhir salah satu penyair besar Indonesia, si burung merak WS Rendra, menurut vivo.com puisi ini ditulis tangan olehnya saat di RS Mitra Keluarga Depok 31 Juli 2009. - yang menurut sumber dari bengkel Teater yang tidak ingin disebut namanya dibantu oleh Adi Kurdi, salah satu aktor Indonesia sahabatnya. 

Kalimat terakhir yang dipilih oleh Willibrordus Surendra Broto Rendra dalam puisi terakhirnya ini adalah  'Tuhan Aku Cinta Pada-Mu'. Makna yang sangat dalam bagi saya pribadi dari seorang sastrawan di akhir hidupnya....


Puisi Terakhir Rendra
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu


renungan yang dalam bila menelaah kata-kata yang ada dalam puisi tersebut, terutama bila mengetahui latar belakang ditulisnya puisi ini karena beliau sedang terbaring sakit menuju perjalanan terakhirnya. 
Makna yang sangat dalam bahwasanya manusia ini tidak ada apa-apanya dan semua akan kembali berpulang kepadanya. Pada akhirnya kita sembali sendiri dan tanpa membawa apapun selain amal ibadah yang telah kita lakukan di dunia ini.
Semoga semua kita akan meninggalkan dunia ini dengan husnul khotimah. aamiin
Inilah Puisi Terakhir WS Rendra
Puisi Terakhir WS Rendra (VIVAnews/Beno)

Sudah siap kawan?

Kabar kematian selalu membuat orang yang mendengarnya merasakan sesuatu yang bergetar dalam lubuk sanubarinya - gitu ngga?, kebetulan saya mah begitu. Setiap mendengar berita kematian secara tidak sadar saya merasa kecil dan berpikir apa yang sudah saya kumpulkan untuk bekal menuju alam keabadian... - lebay.com

Sore ini saat kembali ke rumah, saya mendapat kabar ada anak tetangga, sekitar kelas 2-3 SMP meninggal karena kanker yang dideritanya. Berita sakitnya anak ini memang sudah saya dengar sebelumnya. Ketabahannya menjalani penyakit ini yang membuat saya kagum, sempat bertemu sendiri dengan bapak si anak yang tampak sangat sedih melihat kondisi anak ini. Demikian juga ibunya menurut istri saya, namun si anak tampak menyadari penyakitnya dan selalu tampak ceria.

Istri saya pernah cerita bahwa saat si anak pulang dari rumah sakit dan memilih untuk tinggal di rumah karena jenis kanker yang dideritanya bersarang di seputaran matanya, dia tidak mau keluar dari kamar untuk menemui ibu-ibu yang menengoknya dengan alasan yang mengharukan - dia selalu melihat ibut2 menangis atau minimal terisak saat melihat kondisinya sehingga hal ini membuatnya menjadi sedih juga.

Sebaliknya bila teman-temannya yang datang dia akan keluar kamar dan bermain bersama dengan mereka untuk melupakan sejenak penyakit yang sedang dideritanya saat itu. Hal ini sebenarnya membuat kedua orang tuanya tampak semakin sedih.

Setelah sekian lama mencoba berbagai jenis pengobatan termasuk alternatif, namun tampaknya belum menghasilkan hal yang membuatnya semakin membaik. Sore ini saya mendengar bahwasanya si anak telah meninggal dunia di semarang dan akan dikebumikan di bekasi di rumah orang tuanya. menurut kabar berita mereka kesana dalam rangka pengobatan juga.

Yang membuat saya takjub dan berdoa semoga khusnul khotimah meninggalnya si anak ini adalah penuhnya mesjid saat mensholatkan jenazanya - karena akan dikuburkan malam itu juga, ba'da isya. Halaman penuh dengan kendaraan pelayat dan orang-orang yang datang sangatlah berjubel, rasanya ratusan orang ada disekitaran mesjid.

Menurut saya ini adalah cara meninggal yang saya inginkan juga, teringat salah satu training yang pernah saya ikuti adalah tulisan apa yang kamu harapkan terjadi pada saat kamu meninggal? apa yang kamu harapkan orang2 katakan di hari kamu dikuburkan?

apakah akan banyak orang yang mengantar jenazah saya ke kuburan? apakah orang2 akan membicarakan kebaikan saya dibandingkan semua kejahatan yang telah saya lakukan di dunia ini? pertanyaan yang mengusik sejak perintah sang trainer kala itu hingga saat saya melihat apa yang terjadi saat anak tetangga saya itu meninggal dunia.

Pertanyaannya sekarang adalah - apa yang telah dilakukan si anak sehingga mendapatkan kehormatan sebegitu besar? lalu apakah kita mampu atau malah mau melakukan apa yang telah dilakukannya dan berharap mendapatkan penghormatan yang sama atau bahkan lebih? bersediakah kita melakukannya? membayar harganya?

YA.... pertanyaan2 itu yang kini bercokol dikepalaku. ada quotes yang bilang yang membedakan antara GOAL dengan DREAM adalah ACTION yang dilakukannya. Nah, what kind of ACTION you going to take?
berikutnya adalah apakah kita akan melakukannya secara konsisten - ISTIQOMAH menjalankan ACTION itu? yang saya yakin tidak akan semudah yang saya bayangkan saat ini. Jalan yang tidak lurus, belum tentu mulus dan pasti sangat banyak godaannya.

Ya Allah berilah hamba kemampuan dan kesabaran menjalani semuanya, agar mulus perjalanan hamba sebelum menghadapmu. BErilah kemudahan untuk mengumpulkan bekal yang benar di dunia ini.

Al fatihan buat si anak....



Tuhan Sembilan Senti

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Konsekuensi Pemikiran

Banyaknya harta yang kita miliki tidak pernah membuat kita merasa cukup menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya. 

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki harta benda banyak, tetapi orang yang dapat menikmati apa pun yang dimiliki tanpa merasa terikat pada kepemilikan barang-barang itu!

orang itu sadar sepenuhnya bahwa dia datang ke dunia hanya dibekali satu nyawa (jiwa). 


Nah, dia harus merasa memiliki nyawa itu, dan harus merawat serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan nyawa itu pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di mana pun dia berada, dan dalam kondisi apa pun.

Kunci kebahagiaan adalah bersyukur!  


Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting. Termasuk hanya punya satu nyawa untuk bisa hidup di alam ini. Kebahagiaan itu bisa dibuat dengan tidak meminta apa pun kepada orang lain, tetapi berikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar bahagia.

Betapa sering kita memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan sehingga membuat kita menjalani hidup dengan segala rasa kurang puas.
Kita tidak pernah memfokuskan diri pada apa yang kita miliki dan memberdayakan seoptimal mungkin apa yang ada dan apa terjadi pada kita. Jika kita tetap berfokus pada keinginan, hidup pun terasa menjadi sengsara karena selalu merasa kurang puas dengan apa yang sudah dimiliki atau yang terjadi.

Kita dapat mengubah perasaan itu dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling, pikirkan yang dimiliki, dan syukurilah. Karena itu, Anda akan merasakan nikmatnya hidup ini dengan segala yang terjadi pada diri kita. Siap untuk menjalani segala peran yang disediakan alam untuk kita. Peran kocak membuat kita tertawa. Peran sedih membuat kita menangis. Peran bercinta membuat kita mabuk kepayang. Itulah dunia, tempat berperan untuk melakoni lokakarya kehidupan. Dan tugas kita harus bisa berjuang dengan peran yang sedang kita perankan sebaik-baiknya. 


Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tetapi kita perlu menyadari bahwa itulah akar perasaan tidak tenteram. Sang Buddha selalu mengingatkan hal itu dalam surat demikian: "Kesengsaraan yang sesungguhnya adalah hal yang melekat pada harta duniawi."

Katakanlah kita sudah memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tetapi, Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tidak mendapatkannya, kita terus memikirkannya. Anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, dan kita ingin yang lebih lagi dan lagi.

Dengan melihat apa yang menjadi problem kita, hendaknya itu cepat diselesaikan, jika dibiarkan terlalu lama, berlarut-larut, membuat kita jadi frustrasi, dan akhirnya depresi. Segera buat keputusan, dan jangan menjadi orang yang terlalu "ideal". Itu memang penyakit kita, apa yang ada di pikiran dan menjadi prinsip di batin harus dijalankan, dan kalau ada penentang atau hambatan kita hajar atau kabur. Itulah masalah yang kita timbulkan sendiri.

Nah, sekarang kita harus sedikit pakai stategi "lentur sedikit" pakai ilmu bambu, batang bambu walaupun tinggi, ditiup angin sampai ujungnya mencapai tanah pun bambu itu, tidak patah, bahkan bisa melambai naik kembali. Batang bambu mampu mengikuti terpaan angin badai sekalipun. begitu juga kita, harus mampu mengikuti arus kehidupan tanpa menghakimi, nikmati saja seperti air mengalir, tidak lurus kaku, jika ada yg menghambat bisa membelok atau mencari jalan lain, tetapi tidak berhenti.  


Karena itu, air yang terhenti akan mengendap jadi kubangan lama-lama dipenuhi cacing dan jadi dangkal.
Mengalir ibarat air itu penting. Hal tersebut dijabarkan dengan bekerja sebagaimana porsi dan posisi yang kita dapat dalam hidup ini.
 

Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia sesungguhnya makhluk pemalas. Mereka mengharapkan ada kekuatan suci tertentu yang dapat menghapus dosa-dosanya, sekaligus membawa mereka ke tempat yang suci yang nyaman. 

Apakah itu benar dan masuk akal? 

Dalam agama apa pun kita ditegaskan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menunjuk para orang terpilih, orang-orang suci, para nabi untuk menunjukkan jalan yang benar kepada umat manusia. Tetapi, manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Nabi-nabi hanya memberi jalan dan arah menuju kebenaran, sedangkan keputusan ada di manusia itu sendiri yang memutuskan untuk jadi orang baik atau orang jahat.

Orang bijak sadar bahwa keberhasilan atau kegagalan hidupnya adalah konsekuensi perbuatan dan hasil pikiran-pikiran yang terbentuk.
Manusia harus selalu mengintrospeksi diri, apakah pikiran dan perbuatan sesuai dengan hukum alam dan kehendak Yang Mahakuasa?
Karena pahala dan dosa tidak bisa diwakilkan, dan harus ditanggung sendiri.

Apakah bisa kita mungkiri bahwa hidup di dunia adalah medan perjuangan yang bergelimang penderitaan? Sebagian orang masih menyangkal karena mereka hidup dalam kondisi serbabaik dan menyenangkan. Karena itu kita melihat dengan mata hati, dunia ini sebagai surga atau sebagai neraka penderitaan. Hanya diri sendiri yang bisa menjawab karena mengalaminya.

Pertanyaan yang menggoda yang muncul sebagai berikut. "Adakah dari kita yang suatu saat bisa menghindarkan diri dari ketuaan, penyakit, dan kematian?" 


Tentu saja jawabannya tidak. Karena itu, jalani hidup dengan bersyukur dengan menghargai pemberian Tuhan, yaitu nyawa (jiwa) yang bersemayam di dalam tubuh kita.

Ngobrol Bersama TUHAN



TUHAN : Kamu memanggilKu?
aku  : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang bincang denganmu.
aku  : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk,sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
aku  : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
aku  : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium lebih yang nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
aku  : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
aku  : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
aku  : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
aku  : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.
aku  : Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN : Berlian tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang yang baik melewati rintangan, tanpa harus menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
aku  : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru Pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
aku  : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to) Enhance Mental Strength PROBLEMS). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
aku  : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
aku  : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
aku  : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kau berjalan, daripada masih berapa jauh kau harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
aku  : Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".
aku  : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
aku  : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
aku  : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Hanya seringkali jawabannya adalah TIDAK atau Belum saatnya!
aku  : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : OK !. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Mother - I Love You Mom

Salah satu kisah yang sangat mengena buat saya, mungkin juga semua pembaca sekalian. Ada email yang masuk ke inbox ku malam ini - Kasih ibu memang sepanjang masa :

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si  ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang  dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:

  1. Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
  2. Menjaga adik Rp20.000
  3. Membuang sampah Rp5.000
  4. Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
  5. menyiram bunga Rp15.000
  6. Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya  berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang  kertas yang sama.

  1. OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
  2. OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
  3. OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
  4. OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmiu -GRATIS
  5. OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
  6. OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu,  memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil  pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .

Jika kamu menyayangi ibumu,"FORWARD" lah
Email ini kepada sahabat-sahabat anda.

1 orang :Kamu tidak sayang ibumu
2-4 orang :Kamu sayang ibumu
5-9 orang :Bagus! Ternyata Kamu Sayang juga Kepada Ibumu
10/lebih : Waahhhh....Kamu akan disayangi Ibumu dan juga semua orang...

APAKAH KAMU SAYANG ORANGTUAMU????
KARENA  ORANGTUAMU SELALU MENYAYANGIMU.

Mother is the best super hero in the world.

Nelpon mama sekarang ach....

The Power of Dream by Celine Dion

The power of Dream - Celine Dion

Deep Within each heart there lies a magic spark
that light the fire your imagination
Since the dawn of man the strenght of just i can
has brought together people of all nations

There's nothing ordinary in the living of each day
there's a special part every one of us will play

*Feel the flame forever burn teaching lessons we must learn
*to bring us closer to the power of the dream

As the world gives us its best to stand apart from all the rest
it is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far the rest is just pure heart
you'll find your fate is all your own creation

And every boy and girl as they come into this world
they bring the gift of hope and inspiration

*Feel the flame forever burn teaching lessons we must learn
*to bring us closer to the power of the dream

The world unites in hope and peace pray that it will always be
it is the power of the dream that bring us here

Ther's so much strenght in all of us every woman child and man
its the moment that you think you can't you'll discover that you can
Itulah lirik dari lagu penyanyi terkenal Celine Dion yang berjudul The Power of Dream, tadinya saya antara yang percaya dan tidak tentang kekuatan Dream ini. Banyak pembicara, motivator, seminar maupun buku serta artikel yang membahas kekuatan dari Dream (Mimpi) yang kita punya. Karena rasa yang setengah2 ini lah rasanya yang membuat saya tidak "banyak" mendapatkan kemajuan di tahun lalu selain masalah tentang persistent dan commitment seperti yang sudah saya utarakan di tulisan saya sebelumnya.

Dreams - apa yang sudah saya lakukan adalah membayangkannya bahkan sampai membuat gambar atau visualisasinya segalam macam loh... plus perhitungan finansialnya segala. Sialnya (ini bahasa negatifnya. jangan ditiru.red) target yang saya buat belum tercapai juga. introspeksi besar saat ini masih berlangsung dalam diri - ehm, mungkin ini saatnya berintrospeksi keluar diri ya? - dibagian mana yang salah? bagian apa yang tidak bekerja bila melihat hasilnya yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

As the world gives us its best to stand apart from all the rest
it is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far the rest is just pure heart
you'll find your fate is all your own creation

And every boy and girl as they come into this world
they bring the gift of hope and inspiration


Ini bagian lirik yang pada saat saya ambil keputusan STOP! and THINK - mendapatkan benang merahnya - kita adalah unik dan musti ada kombinasi antara pikiran dan hati - 

Your mind will take you far the rest is just pure heart
kerjasama dua bagian tubuh yang "rasanya" menjadi bagian integral dari suatu kesatuan and keselarasan bahasa tubuh dengan pikiran kita (dah kayak vicky prasetyo ndak bahasanya :)
 

Hal yang paling saya ingat hubungannya dengan lirik ini adalah -
  • Jaman kuliah pokoknya saya bilang sama teman2 seperjuangan : "Gw mau kerja di tempat yang bisa pake celana jeans suka2 gw"; ternyata setelah lulus saya bekerja hampir 3 tahun di alat berat dan 9 tahun di agro industri yang memang tidak melarang untuk menggunakan jeans, malah dan 'common' disana - hari jum'at bisa ngantor pake jeans :)
  • pindah kerja: dapat bos yang cukup 'difficult' namun melihat kondisi yang ada saya pernah berucap pada salah satu senior disana yang kebetulan sedang MPP (masa persiapan pensiun), saya akan pake ruangan bapak ini pak. Dalam hati saya berucap dalam 3 tahun harus bisa masuk ke ruangan ini. Alhamdullilah terlaksana sebelum 3 tahun disana.
  • pengen bisa kerja dirumah dan mulai menganalisa keadaan, jenis pekerjaan apa yang bisa dilakukan di rumah dan ternyata setelah melihat bisnis yang perusahaan geluti ini bisa dilakukan bilaberkaitan dengan training, maka saya pastikan bahwa saya memang mempunyai 'passion' disana dan mulai menjalankannya ke arah sana yang coba saya lakukan dengan konsisten. Alhamdullilah dapet lagi tuh...

Kalo dilihat dari ke3 contoh itu maka rasanya proses setting goalnya, masih sama. setiap contoh dibuatkan plannya - (hanya dalam otak tanpa file excel dan bantuan tools lainya). Keyakinan akan mendapatkan apa yang saya pikirkan cukup tinggi, tanpa tau bagaimana caranya dan kapan pastinya. Ya... jalani saya. tapi... apa yang salah? ya

Ups! ehm....
Nah, ini mungkin finding yang lain: goal yang gagal di tahun 2014 mungkin terlalu banyak teori dan perencanaan diatas kertas yang matang? PERISTENT? COMMITMENT? - atau saya mulai berpikir kalo itu dah kematengan, cenderung gosong lagi :) - bahkan detil dengan segala jenis angka dan waktunya secara presisi. Plus visualisasi detil dengan segala mind mapnya loh. Apa yang kurang lagi ya...? tapi harusnya ini dah bener loh?

its the moment that you think you can't you'll discover that you can
lirik ini rupanya jawabn pertanyaanku sebelumnya - pada saat aku berpikir ngak bisa, ya sudah tutup buku dan nanti beberapa waktu kemudian akan mengulangnya lagi dari titik nol. ndak pernah berkembang. keyakinan dalam diri 'drop' dengan 1.001 alasan yang bisa kubuat sendiri. 

harus lebih peka lagi dalam melihat suatu alternatif dari sesuatu yang kita pikir tidak bisa, jangan hanya berhenti dan sibuk mencari alasan dan pembenaran kenapa kita berhenti disana, sungguh tidak bermanfaat. Keep going dan selalu ingat alasannya mengapa kita melakukannya, dimana alasan terkuat akan datang bila berkaitan kesengsaraan atau kesusahan yang akan di hadapi oleh orang yang kita cintai.

So. JUST DO IT!
its the moment that you think you can't you'll discover that you can

 Subuh hari di Mar 29 - 6.03 AM