feat0

Kalo bisa GRATIS, kenapa harus BAYAR!

TAHUKAH ANDA: Berlimpah peluang Bisnis Online yang bisa Anda jalankan dari rumah sekalipun. Hanya tidak semua orang tahu Bagaimana Caranya! Alasan yang paling utama dan klasik adalah MODAL FINANSIAL. Untuk itu saya ingin membantu anda para pemula dengan memberikan eBook dan Training Bisnis Online secara GRATIS!

Read More
feat2

Nggak Punya Waktu: Baca Reviewnya

Resensi-Review-Rangkum buku-buku yang pernah saya baca untuk Anda yang mungkin tidak ada waktu yang cukup untuk membaca text book. Banyak pelajaran yang bisa diambil dan juga menambah wawasan tentang beberap topik yang mereka bicarakan dalam bukunya. Kebanyakan adalah buku-buku tentang enterpreneurship, leadership, management, motivasi diri, biography, pengalaman si pengarang dan novel.

Read More
feat3

Kesempurnaan Wanita: Hamil

informasi tentang masa-masa kehamilan anda, perkemabangan janin dalam tubuh anda. tumbuh kembang buah hati anda hingga berusia 3 tahun. hal-hal apa saja yang perlu anda perhatikan bagi anak anda. 3 tahun pertama kehiupan mereka akan menjadi masa-masa kritis yang menentukan masa depan mereka kelak.

Read More
feat4

Another Text-Only Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Sed eleifend urna eu sapien. Quisque posuere nunc eu massa. Praesent bibendum lorem non leo. Morbi volutpat, urna eu fermentum rutrum, ligula lacus interdum mauris, ac pulvinar libero pede a enim. Etiam commodo malesuada ante. Donec nec ligula. Curabitur mollis semper diam.

Read More
feat5

A Simple Post with Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Sed eleifend urna eu sapien. Quisque posuere nunc eu massa. Praesent bibendum lorem non leo. Morbi volutpat, urna eu fermentum rutrum, ligula lacus interdum mauris, ac pulvinar libero pede a enim. Etiam commodo malesuada ante. Donec nec ligula. Curabitur mollis semper diam.

Read More

APA YANG SALAH?



Dalam perjalanan saya kali ini Jambi-Palembang, saya banyak bertemu teman2  lama disana. Hampir semua sudah jadi pengusaha sekarang. Ada juga sich yang masih kerja sebagai employee, masih ikut orang istilah mereka dan... tidak banyak perubahannya tuch, semenjak saya tinggalkan wilayah itu sekitar 5 tahun yang lalu 

Namun, dari  5 orang yang saya jumpai disana ada 1 orang yang hingga terakhir saya jumpa masih berkutat dengan masalah-masalah. Nah, kawan lama pengusaha ini agak berbeda dengan cerita 2 kawan yang berhasil di sharing saya sebelumnya.

Walau dia sudah memulai usahanya sejak tahun 2004, namun sejak buka hingga hari ini masih dirundung masalah dan yang bertubi-tubi, mulai dari anak buahnya yang mencuri uang kantor, di-“polisikan” oleh suppliernya, hingga menggunakan preman dan menteror keluarganya, saudara iparnya yang menggerogoti dari dalam walau sudah diberi pekerjaan di perusahaannya, hingga komunitas yang mencibir dan membuangnya dari lingkungan mereka.

Hebatnya kawan ini hingga hari ini masih bertahan, walau waktu aku tanya gimana kondisinya sekarang setelah hampir 6 tahun berlalu. “Kembali dari awal! Saya memulainya dengan 1 orang pegawai administrasi dan keuangan plus office boy merangkap penjaga gudang yang lebih sering kosongnya dari pada terisi oleh barang ” begitu jawaban yang dia berikan ke saya

Setelah mengobrol dengan pembahasan “utara-selatan” (ngalor ngidul maksudnya red.) dia menceritakan apa yang terjadi mengenai usahanya, tekanan yang dia terima baik dari luar maupun dalam keluarganya sendiri (keluarga dari pihak dia maupun istrinya), beberapa kali keluar masuk rumah sakit, bolak balik ke Polda, dsb... dsb... dsb... banyaklah keluhannya!

Dia bercerita sambil meneteskan air matanya, membayangkan betapa berat semua yang dialaminya. Setelah mendengar semua ceritanya, Aku pun bertanya : “kalo aku yang mengalami hal seperti itu, apakah bisa sekuat dia ya...?” hampir sejak ia membuka usaha, hanya di satu tahun pertama lah dia merasakan nikmatnya menjadi seorang pengusaha, setelah itu hampir 4 th berselang dia terpuruk dan makin terpuruk saja.

Pertanyaan saya cukup sederhana, setelah mendengarkan kisahnya yang seperti sinetron di tv-tv itu. “Apa yang salah dengan mu kawan?” dan tanpa disangka-sangka dia terkejut dan memberitahukan saya bahwa saya adalah orang kedua yang bertanya seperti itu. Tadinya dia tidak menggubris saat orang pertama yang berkata seperti itu, mungkin hanya sekedar bertanya dan basa-basi saja.

Karena pagi itu saya sudah ada janji yang lain dan sudah mepet waktunya, maka kami pun berpisah untuk bertemu lagi malam nanti.
Malam, itu dia datang dan setelah makan malam dia pun membuka pembicaraan. “Ya, saya sudah coba renungkan apa yang kamu tanya pagi tadi?” ujarnya. Lalu mulai lah dia bercerita hal lain yang tidak dia ceritakan pagi tadi.

Dia menceritakan bagaimana bangga-nya, bila tidak mau dibilang sombong atas kesuksesan yang cepat diraihnya hanya dalam tahun pertama sudah bisa meraih omset yang besar, dia pun dianggap sebagai pahlawan keluarga baik dari pihak dia maupun sang istri, walau pun rajin menjalankan ibadah, namun dia selalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya dalam ibadah itu. Bagaimana dia rajin berdoa, melakukan sedekah, dan sumbangan-sumbangan lain. Semua ini diceritakannya kepada orang lain dengan rasa bangga.

Tulus, ikhlas dan bersahaja, tampaknya tidak ada di kamus hidupnya. Saya sendiri pun tidak tahu apakah ini karena dia tidak melakukan semua itu atau tidak? Bila mendengarkan ceramah agama pasti itulah penyebabnya. Dia pun berjanji untuk merubah semua perilakunya itu dan saya... saya berkesempatan untuk melihat pembuktian bahwa kadang kesuksesan itu datang dari sikap kita sendiri – ini merunut buku-buku management dan motivasi yang saya baca. Namun, dari kaca mata keyakinan saya inilah saatnya membuktikan apakah tulus dan ikhlas bisa menyelesaikan masalahnya? Dan saya yakin bila itu masalahnya dan dia merubahnya pasti berhasil.

SUKSES SELALU Kawan.

Palembang, Mar 7

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply