Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Showing posts with label optimisme. Show all posts
Showing posts with label optimisme. Show all posts

Bag.II - Bisnis harus tetap JALAN walau bom Sarinah menghadang

Dan rasanya sudah kurang tepat kalo orang Indonesia masih dibilang berjiwa amtenar dan selalu ingin bekerja di pemerintahan. Buktinya jiwa entrepreneur/kewirausahawan warga negeri langsung muncul apa pun situasinya, kesempatan (opportunity) itu memang seringkali muncul dalam kondisi ketidakpastian dan chaos sekalipun. Hanya berlaku bagi orang-orang yang bermental pengusaha saja yang bisa memanfaatkannya. 

Setelah trending #kaminaksir maka langsung saja barang yang melekat di tubuh polisi ganteng sudah bisa anda dapatkan secara online. Ingat! Belum 24 jam setelah kejadian bom loh, anda berminat? 

Berikut penawarannya –

 

Itu baru yang sedang trend, bisnis online yang mungkin sedang trend dan banyak dilakukan oleh generasi muda negeri ini. Believe it or not, banyak pedagang asongan yang berjualan saat terror masih berlangsung loh. Langsung disekitaran lokasi kejadian

Nah, yang inikan bisnis yang banyak dilakukan oleh “wong cilik” kalo menggunakan istilah jaman pemilu dahulu kala. Ndak percaya nich buktinya…



apakah mereka sedang menerapkan prinsip dagang, dimana ada keramaian maka disanalah kesempatan untuk mendapatkan pelanggan dan sukses berjualan. dimana ada gula di sana pasti ada semut, terutama sekali bagi para pedagang asongan. 

pertanyaannya? apakah tidak takut terkena peluru nyasar dari teroris? atau bahkan mungkin bom yang secara sengaja ataupun mungkin tidak sengaja diledakkan oleh sang pelaku pengeboman itu sendiri. Sebegitunya kah ?

Berikut adalah meme-nya yang beredar di internet. Sangat kreatif, aspiratif dan menunjukkan optimisme yang tinggi #KamiTidakTakut



ternyata pertanyaan saya terjawab saat melihat aksi pa Jamal situkang sate yang dibuatkan script comic-nya seperti berikut ini. psst.... sundel bolong ikut dalam lakon loh


Nah kalo dah begini mental para enterpreneur Indonesia, mungkin kita tidak perlu ragu lagi menghadapi MEA yang sudah dimulai sejak 1 January 2016 ini, pasar indonesia adalah milik pengusaha Indonesia!
(begitu ndak ya slogan nya :) )


tunggu lanjutannya di bagian.III




Mau income tambahan? atau jadi income utama?


Di era sulit mendapatkan pekerjaan saat ini Gojek ternyata menjadi salah satu alternatif solusi untuk dijadikan sumber pendapatan bagi sebagian orang. Sebagaian orang? atau banyak orang? :)

pernahkah terbayangkan bila anda akan didatangi Gojek dengan pengendara yang mungkin cukup terkenal di Indonesia ini. Bila anda tidak percaya berikut adalah contohnya - mantan pemain sepakbola nasoanl yang menjadi driver gojek -



atau lihatlah antrian para sarjana yang ingin melamar menjadi pengemudi gojek, salah satu photo yang saya dapat dalam akun sosmed saya. berikut gambar liputannya-




tidak kalah ketinggalan, pengemudi gojek yang sedang mengikuti program Doktoral atau S3. Mungkin beliau sedang melakukan survey langsung atau memang kebutuhan yang memaksanya untuk menjadi pengemudi gojek.




yang ini entah benar atau tidak karena ada pengemudi gojek cantik yang sempat menghebohkan sosmed di jakarta raya. Saya lihat di web liputan6.com tidak bisa dikonfirmasi apakah gadis cantik ini memang pengemudi gojek. Yang pasti meme nya sudah banyak di internet. seprti berikut: 




nah yang terakhir adalah sekedar intermezzo saja koq :)

tapi apakah menjadi pengemudi gojek adalah solusi karena pekerjaan yang sulit? berikut beberapa komentar pengguna yang di unggah di ranah internet. Anda bisa jawab sendiri melihat komentar mereka.


 


di akhir tulisan ini saya kembalikan ke para pembaca bagaimana menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul artikel ini.



Pilhan yang paling MENENTUKAN masa depan ANDA

Malem ini dapet postingan di grup WA tetang kata BISA dan NDAK BISA, postingannya berbunyi :

Ketika kita berkata BISA, maka sejuta jalan akan terbuka


Ketika kita berkata TIDAK BISA maka ada 1001 kata siap jadi alasan


Kalo dipikir-pikir dan agak direnungkan sedikit, maka postingan kawan ini ada juga benarnya ya. Bersikap positive adalah sikap yang tepat untuk menerapkan prinsip ini.

Jadi, ingat cerita yang memiliki makna inti yang sama seperti postingan diatas itu. Mau dengar ceritanya? Begini... di jaman dahulu kala... :)

Seorang pengusaha sepatu sedang mengetes dan interview beberapa orang kandidat untuk menjadi marketing manager di perusahannya. Setelah beberapa tahap dilalui maka tinggal sisa 2 orang yang ada ditahap akhir. Maka sang pengusaha sepatu ini mengutus masing-masing kandidat ke salah satu negara afrika yang sedang berkembang.

Misi mereka cukup simple dan sederhana, datang kesana lalukan survey dan apakah kita layak membuka cabang bahkan pabrik disana untuk menjual sepatu yang dijual oleh perusahaannya.

Setelah 2 minggu berselang maka keduanya telah kembali ke kantor pusat dan siap melakukan laporan terhadap tugas yang diberikan oleh sang pengusaha sepatu ini.

kandidat pertama - memaparkan hasil temuannya dalam banyak slide presentasi di power point. Dimana intinya dari laporan yang diberikan adalah - negara di Afrika tidak layak untuk membuka cabang, apalagi hingga membuat pabrik disana. Alasannya adalah hampir semua tempat dan kota yang didatanginya disana tidak ditemukan toko sepatu!

Setelah diperhatikan lebih seksama maka hampir semua orang Afrika di negara tersebut TIDAK menggunakan sepatu. Mereka lebih senang bertelanjang kaki. Jadi, afrikan bukan lah tempat yang tepat untuk berbisnis sepatu.

kandidat kedua - hanya ada satu lembar laporan dengan tulisan besar yang berbunyi: Big Opportunity untuk berjualan sepatu disana, karena

hampir semua orang afrika saat ini tidak menggunakan sepatu maka kemungkinan keberhasilannya akan besar bila kita mengedukasi mereka pentingnya menggunakan sepatu bagi kesehatan dan keselamatan mereka sendiri.

Nah - kandidat pertama mewakili TIDAK BISA dan kandidat kedua sebaliknya. Kira-kira siapa yang akan di angkat sebagai marketing manager di perusahaan sepatu tersebut.

Yup pasti jawaban anda sama dengan saya :)

Nah, saat kandidat kedua berkata kesempatan besar untuk mengembangkan industri sepatu disana. pada saat yang sama dalam otaknya sudah mulai berpikir bagaimana caranya, langkah apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan. Inilah yang terangsang saat dia berkata BISA,

kandidat yang lain karena sudah berpikiran TIDAK BISA maka saat itu juga muncul berbagai alasan yang bisa diajukan ke depan bos selama paparan/laporan berlangung. Hal inilah yang langsung terpikirkan olehnya saat melakukan paparan.

Nah, marilah kita mulai untuk membiasakan diri selalu berpikiran positif, karena ini akan menarik energi positif yang lain yang akan membantu kita secara langsung dalam melakukan suatu keputusan.

OK, jangan langsung berkata tidak bisa ya... padahan nyoba aja belom, baru liat atau denger doangan :)

Siapakah Anda hari ini?

Lagi-lagi saya temukan tulisan yang bagus ini disalah satu pojokan hardisk saya - sepertinya tulisan lama dan mungkin tulisan salah satu mentor di Enterpreneur University-nya purdi.e.chandra, tapi sangat relevan dengan apa yang satu tulis beberapa minggu lalu, yaitu mengenai The Power of Dream
silahkan anda baca semoga bermanfaat -


Siapakah Anda hari ini?

Tidak lulus sekolah, hanya lulusan SMP, SMA, D3, sudah sarjana, atau doktor sekalipun? Tapi, apa posisi Anda sekarang ini? Apakah masih pengangguran, sibuk mencari kerja, cuma karyawan dengan gaji pas-pasan, menjelang usia pensiun, atau malah sudah pensiun? Itu semua tidak penting. Hari ini boleh jadi Anda belum sukses atau pada posisi masih kalah dengan yang lain. Namun orang lain nantinya bisa melihat siapa diri Anda tiga atau lima tahun mendatang. Bisakah Anda membuat gambaran diri yang lebih baik untuk lima tahun mendatang?Siapakah diri Anda saat itu?

Saya ingin mengajak Anda sejenak menyelami kekuatan mimpi atau cita-cita yang sungguh-sungguh bisa diwujudkan di alam kenyataan. Cobalah berani memimpikan suatu situasi atau kondisi dalam lima tahun ke depan. Nah, mimpi Anda lebih bagus atau justru lebih buruk dari yang sekarang?

Pertama-tama kita harus tahu bahwa mimpi bisa saja diartikan sebagai cita-cita kalau memang kita benar-benar ingin mewujudkannya. Memang ada sedikit perbedaan antara keduanya. Mimpi hanyalah lamunan-lamunan indah semata, kadang malah ngawur, dan bahkan terkesan tidak masuk akal. Sementara cita-cita biasanya sudah dilengkapi dengan rencana pencapaian. Tetapi, jika mimpi yang tampaknya tidak masuk akal (menurut pemahaman kita saat ini) diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka nilainya sama saja dengan cita-cita yang tinggi.

Dunia membuktikan, hanya orang-orang yang bercita-cita tinggilah yang mampu mengubah wajah dunia. Namun dulunya mereka suka diledek sebagai pemimpi belaka. Zaman dahulu, gagasan bahwa orang bisa terbang ke angkasa luar dianggap mimpi di siang bolong. Namun begitu teknologi pesawat telah mampu membawa manusia menjelajahi angkasa luar, gagasan gila itu benar-benar jadi kenyataan yang tak terbantahkan. Pencapaian-pencapaian besar selalu dimulai dari mimpi-mimpi yang besar pula.

Begitu pula Anda, jangan takut untuk bermimpi menjadi siapa, memiliki apa, dan bisa apa saja, dalam beberapa tahun ke depan. Termasuk mimpi dalam bidang bisnis. Mungkin suatu saat Anda melihat peluang dipasar. Dengan kemampuan otak kanan dan dorongan dari mimpi-mimpi Anda, kemudian mengambil peluang tersebut. Muncul harapan bahwa dua tahun lagi bisnis itulah yang akan menghantarkan Anda kepada terwujudnya mimpi Anda. Kekuatan mimpilah yang akan memberikan dorongan besar dalam perjuangan Anda.

Mimpi fisik dan spesifik
Mimpi memang bisa menjadi tenaga pendorong yang dasyat. Tetapi, mimpi macam apa? Ya, mimpi yang dasyat tenaga dorongnya untuk menjadi nyata adalah mimpi yang spesifik dan memiliki gambaran fisik yang jelas sekali. Mimpi kita harus memiliki gambaran fisik yang jelas dan lebih spesifik lagi dengan target waktu tertentu. Sebab kita hidup bukan di alam imajinasi belaka, namun di dunia yang serba nyata. Jadi, supaya bisa terwujud, mimpi harus jelas gambarannya, spesifik wujudnya, dan ada jangka waktu pencapaiannya.

Misalnya saya sendiri bermimpi bahwa lima tahun ke depan saya harus memiliki rumah berharga Rp2 miliar dan mobil Mercy 260 di garasi. Tidak penting siapa saya atau Anda sekarang ini, semuanya boleh-boleh saja bermimpi. Wong bermimpi itu gratis!

Tapi mimpi saja tidak cukup. Semisal jika bermimpi menjadi pengusaha besar dengan bisnis yang besar pula, maka parameter fisiknya juga harus jelas. Berarti kita harus bermimpi mempunyai beberapa perusahaan dengan omset miliaran rupiah, punya karyawan sampai ratusan atau bahkan ribuan, mimpi masuk bursa saham, melebarkan sayap hingga ke mancanegara, dll. Sementara sebagai pengusaha besar, fakta di lapangan harus menguatkannya, misalnya dengan memiliki rumah mewah, mobil mewah, investasi di mana-mana, dll.

Sementara kalau beraninya hanya mimpi menjadi pengusaha yang sedang-sedang saja, paling-paling cuma punya mobil Kijang atau mobil pick-up lalu sudah menganggap diri kaya. Itu pun juga tidak masalah. Yang terpenting adalah, berani mimpi apa saat ini? Jika berani mimpi, tulislah sekarang juga!

Namun lagi-lagi, mimpi yang tinggi saja tidak cukup. Untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, kita butuh tindakan-tindakan yang konkret serta kekuatan lain yang bisa membantu kita mencapai tujuan. Tindakan-tindakan itu adalah:

1. Optimalkan Proses: Setelah kita berani bermimpi hingga tidak terbatas (dengan menggunakan kemampuan otak kanan), maka langkah selanjutnya adalah menggunakan otak kiri untuk mewujudkannya. Kita harus melihat kondisi nyatanya sekarang, lalu mencari kendaraan dan membangun jembatan untuk menuju ke "tanah seberang" yaitu tanah impian kita. Pada tahap ini kita dituntut untuk mengoptimalkan segala daya upaya supaya mampu memilih kendaraan yang tepat, melewati jembatan yang kuat, dan kemudian menuju ke tempat yang kita inginkan.

2. Kekuatan Doa: Berdoa merupakan sarana pendekatan diri kepada Tuhan dan meminta restu-Nya supaya cita-cita kita bisa diwujudkan.
Dengan berdoa, insya Allah daya optimis kita akan bertambah dan keinginan kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu juga semakin besar. Dan yang terpenting, dengan doa itulah kita memohon restu Tuhan. Dalam bahasa praktis, doa itu ibarat pengajuan proposal kepada Tuhan. Bagaimana dapat "proyek" kalau tidak pernah mengajukan "proposal"?

3. Revisi Mimpi: Namanya juga mimpi, sudah gratis, ya tentu bisa diubah-ubah semaunya kita. Jika mimpi belum tercapai, kita bisa memberikan tenggat waktu yang lebih panjang. Namun, bisa saja mimpi mendapatkan rumah seharga Rp2 M dalam lima tahun ternyata malah sudah tercapai dalam waktu tiga tahun. Mungkin saking kuatnya pengaruh mimpi itu dalam mendorong kerja keras kita, bisa saja hal semacam itu terjadi. Maka, sah saja kalau kita merevisi mimpi untuk dua tahun sisanya dengan mimpi yang lebih tinggi lagi.

Nah, mimpi kan gratis. Mengapa kita harus takut bermimpi? Justru yang perlu ditakutkan adalah kesiapan mental kita saat mimpi tersebut menjadi kenyataan. Anda sudah siap menerima kenyataan itu nantinya.

Melamar anaknya Bill Gates !!!


Ayah : Anakku, aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Ayah
Anak : Maaf, Ayah! Aku hanya akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri
Ayah : Tapi, Anakku, Wanita ini adalah anaknya Bill Gates
Anak : Ah, Serius, Yah? Kalo gitu, Ok, deh!

Hari berikutnya, Sang ayah mendekati Bill Gates

Ayah : Saya telah memilihkan calon suami untuk anakmu
Bill Gates : Tapi, anakku masih terlalu muda untuk menikah sekarang.
Ayah : Weits, tunggu dulu. Calon yang aku pilihkan ini adalah vice president dari Bank Dunia
Bill Gates : Ah, Serius Lo?? Kalo gitu, Ok, deh!

Akhirnya Sang Ayah mendekati President Bank Dunia

Ayah : Saya memiliki seorang anak muda yang bisa dijadikan vice
president untuk kamu
President : Oh, maaf, saya sudah memiliki banyak calon VP untuk itu
Ayah : Tapi kamu tidak tau, kan, Anak laki-laki ini adalah menantunya Bill Gates
President : Ah, Serius Lo??? Kalo gitu, Ok, deh!

(The Power of Negotiation)

Action = Keberanian? Uang = Bahagia?

Satu statement yang bisa menggambarkan apa yang terjadi malam ini adalah dari salah satu seminar TDW yang pernah saya hadiri, yaitu:  Take Action Miracle Happened.



Setelah hampir dari 6 tahun saya tidak berjumpa fisik dengan salah kawan ini dan terakhir komunikasi  adalah sekitar 3 tahun lalu, itu pun hanya via telephone saja. Kini DIA sudah berhasil sebagai seorang pengusaha di Jambi. Kawan ini dulunya adalah salah satu bawahan saya yang bekerja di lapangan, dan mengerjakan kerjaan rutin yang berhubungan langsung dengan customer.

Dia sebenarnya bukanlah salah satu yang terbaik bila dirangking dari 16 orang anak buah yang saya punyai saat itu, namun ada yang berbeda pada saat itu. Dia ini termasuk bengal, karena cara saya mendapatkannya pun dengan cara “barter” karena rekan sejawat saya saat itu – bos dia sebelumnya red- sudah tidak tahan melihat kelakuannya.

Inisiatif tinggi, kadang bahkan kurang sejalan dengan apa yang sudah di gariskan oleh atasannya, wakau dia memiliki alasan yang kuat mengapa dia berbuat seperti itu. Hubungan denga n relasi cukup bagus, dan penerimaan konsumen juga bagus karena kawan ini dikenal gampang bergaul dan lebih banyak “TAKE ACTION langsung” tanpa banyak membuat perencanaan yang terlalu detil.

Dulu dia pun sempat meminta ijin saya untuk kuliah lagi, dengan alasan kalo ingin berhasil jadi industri ini dia membutuhkan ijasah untuk bisa merubah nasibnya. Begitu dia bilang, pernah beberapa kali pindah lokasi. dia lakoni dengan santai dan sempat di kirim ke Sulawesi, dimana hampir semua rekannya tidak ada yang BERANI pada saat itu.

Dalam obrolan hari itu, dia datang ke hotel dan terjadilah pembicaraan utara selatan antara kami berdua alias ngalor-ngidul red. Dia cerita dalam waktu 4 tahun semenjak dia memutuskan untuk menjadu pengusaha dengan cara membuka toko pertanian kini dia sudah memiliki asset sekitar 7M!!!. Selain itu dia juga berbisnis jual beli mobil, yang cukup menarik adalah dia pun tanpa teori yang terlalu ‘ngejlimet’ juga ber-investasi di Property, bahkan banyak yang bisa saya pelajari dari dia untuk bidang yang satu ini.

Namun, ada satu hal yang menarik pada saat mengobrol itu. Tanpa ada pertanyaan dari saya dia bilang “enak jadi bapak lah tetap, bisa jalan-jalan, nyantai, banyak waktu buat keluarga dan TENANG karena ndak perlu takut ndak dapat penghasilan karena akhir bulan ada gaji yang dikirim ke rekening”

“Looooh.... bukannya semua itu malah bisa didapat bila kita jadi pengusaha?” ujarku, karena itu yang saya dengar, pelajari dari buku dan seminar, milist dan bayangan saya selama ini.

Jawabannya cukup mengejutkan saya “kalo masalah uang dan asset tentunya apa yang saya dapat sangatlah saya syukuri, aku tahun ini Insya Allah berkangkat ke tanah suci lhoo... pak“
“sudah insyaf kamu he...he...” potong saya . “He...he...he... nganter istri dan ibu saya yang sudah sepuh pak” jawabnya. “Jadi... seperti  saya bilang pak... UANG saya dapat pak. Tapi kalo ditanya BAHAGIA mana dengan jaman saya masih bekerja dulu, saya akan jawab bahagia dulu pak?”

Heemm... menarik pikir saya, “Kenapa rupanya?” tanya saya.
“Saat ini saya bangun harus langsung kerja pak..., ndak ada pikiran lain langsung berpikir gimana caranya menarik piutang yang ada di lapangan dan membayar hutang-hutang saya.” Jawabnya “bahkan waktu saya pun habis untuk kerja dan makin jauh dengan anak saya, walaupun... saat ini saya ngantor d rumah lhoo pak, ke toko sudah agak jarang”
“Dan...” lanjutnya” kesimpulan saya uang itu ndak usah di kejar ngoyo-ngoyo pak, karena itu hanyalah alat saja! Bukan tujuan pak...”
“kenapa?” ini pertanyaan saya yang bodoh bukan ya :(

“lha... wong saya jarang ketemu anak jadinya pak he...he..., trus begitu dapet uang ini banyak lho.. teman-teman dan saudara yang mendekat, padahal dulu aku dicuekin habis pak...” jawabnya  dan dia melanjutkan omongannya “ tapi untuk mendapatkan sesuatu seperti mobil, rumah dan naik haji memang jadi gampang pak :)”

Waahh.... statement  yang bertolak belakang dengan keyakinan saya tentang apa yang didapat oleh seorang pengusaha, diluar pendapatan dan asset yang didapatnya tentu he...he..he...

Rumput tetangga selalu lebih hijau.... sawang sinawang orang lain selalu lebih enak dan bagus dibanding kita... itu mungkin yang istilah yang bisa menggambarkan perasaan saya saat itu, karena berkesempatan bertukar pikiran dengan salah satu pelaku bisnis yang cukup berhasil menurut saya. Hanya dalam 4 tahun mengumpulkan asset 7M lhooo... opo ora huebat rek!

Pagi ini saya coba renungkan apa yang bisa saya dapat dari obrolan berharga malam itu adalah :
  • Tentukan pilihan NASIBmu sendiri, yang paling sesuai dengan diri dan keluargamu. Jangan melihat apa yang dimiliki oleh orang lain. GOALS akhirmu adalah nasibmu.
  • Uang hanyalah alat untuk mencapai BAHAGIA bukan tujuan. Namun, bila kita memiliki uang banyak tentunya kan mempermudah kita mendapatkan kebahagiaan versi kita sendiri.
  • TAKE ACTION adalah pembeda, mengapa hasil akhirnya bisa berbeda. Barangkali keinginannya sama, namun KEBERANIAN untuk take action yang membuatnya berbeda.
  • Semua ada RESIKO-nya. Jadi, kenapa tidak TAKE ACTION.
  • Atau barangkali ada pelajaran lain yang belum ke tulis ya.... :)


Jambi, Mar 8 2010

PERSISTENT =KONSISTEN?


Nah, ketemu lagi dech sama satu kawan lama lainnya yang ini agak berbeda, karena dari dulu dia memang agak berkelas. Terutama karena dia anak bungsu, anak laki satu-satunya di keluarga dan kebetulan orang tuanya cukup mampu. Jadi,... ya... memang sejak muda dia sudah biasa menerima yang enak-enak 

5 tahun yang lalu saya terakhir bertemu dengan dia dalam kondisi masih di persimpangan, antara tetap bekerja sebagai employee atau menjadi enterpreneur.

Namun, jabatan kepala cabang yang di sandangkanya waktu itu yang membuatnya tetap bertahan. Hampir semua rekan kepala cabang yang lain yang saya kenal, selalu mencibirnya dengan mengatakan “Anak mami itu mana bisa jualan, ngegaya aja yang jago...”

Secara ekonomi menurut saya pada saat itu masih jauhlah bila di banding saya (pada saat itu red.) dia hanya menggunakan kijang capsul e tahun 97, rumah masih petak hanya ada 1 lorong seperti ruko dan gaji yang pas-pasan, bonus tergantung para pemegang saham. Karena walau dijanjikan dia mendapatkan saham kosong, namun pada pelaksanaannya itu hanyalah angin surga.

Lalu, sekitar 3-4 tahun yang lalu saya dengar terjadi perpecahan antara pemegang saham tempat dia bekerja. Beberapa cabang dibagi-bagi oleh 2 pemgang saham terbesar perusahaan tersebut. Pemegang saham lama yang menjadi mayoritas di cabang yang dia pimpin menerapkan sistem yang lebih fare. Dia mendapatkan saham kosong dan bisa menambahkan kepemilikan saham tersebut hingga maksimal 49%. 
Wooowww... ini mah sudah jadi partner usaha!

Dengan semangat seperti itu, kini saya tidak mendengar lagi keluhannya untuk keluar dari pekerjaannya. Kini yang dia ceritakan adalah: dia baru saya membeli tanah seluas 1.2ha untuk kantor dan gudang yang besar. Lalu, berencana pindah rumah dari tempat lama ke tempat baru yang bernilai 800juta dan posisi di tengah kota!

Hemmm.... hanya 4 tahun saja Broer! Dia sudah bisa membalikkan keadaan kini, saya masih pake kendaraan inventaris dia pake apa coba..? ALPHARD. Opo ora edan tenan!!!!

Terlepas dari semua yang pernah terjadi ada pelajaran yang bisa saya petik dari semangat kawan lamaku yang satu ini: 

KONSISTEN. Dia tetap melakukan pekerjaannya, membina customer2nya (karena saat saya tanya tidak ada customer yang baru). Saat semua kepala cabang rekannya memberikan kredit yang lebih lama atau mecari customer baru, dia tetap saja dengan gaya lamanya. Customer lama dibina dia dan 1-2 customer  baru dan biasanya tidak lama kemudian tidak di supplynya.

Kini, saat semua cabang kehabisan tenaga karena tidak liquid. Banyak piutang dibawah, dia tetap liquid. Cash flownya tetap terjaga. Karena dia konsisten dengan sikapnya yang tidak memberikan kredit lama dan tidak melakukan ekspansi customer baru di wilayah customer lamanya.

Karena dia KONSISTEN melakukan ini maka customer loyalnya pun mempunyai pilihan, mau safe belanja dengan dia atau mencari barang2 yang murah karena distributornya perang harga mereka akan ke tempat lain.

PERSISTENT. Walau pun segala macam godaan, keraguan dan hambatan yang dia alami dalam melakukan bisnis ini sehari-hari. Ternyata ... who’s the one who laugh at the end

Semangatnya dan dukungan keluarga inti yang besarlah yang bisa membuat dia bertahan untuk tetap melakukan apa yang diyakininya. Ini berdasarkan pengakuannya pada saat bertemu dengan saya. Hal ini bisa saya benarkan karena kebetulan saya juga mengenal istrinya.
Apakah anda bisa konsisten melakukannya dan cukup persistent menjalankannya? Pilihan ada di anda, andalah orang yang paling berpengaruh untuk menentukan nasib anda sendiri. Ya ndak?

Jadi.... apakah KONSISTEN=PERSISTENT?

Jambi, Mar 11 2010