Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Showing posts with label tips-sukses. Show all posts
Showing posts with label tips-sukses. Show all posts

Rahasia tersembunyi para Miliarder Dunia



#1
Para miliarder mengatur pengeluaran di bawah pendapatan
Orang biasa sering kedapatan besar pasak daripada tiang

#2
Para miliarder tidak suka berjudi
orang biasa berharap mendapatkan durian runtuh

#3
Para miliarder selalu belajar dari kesalahan
orang biasa hanya bisa menyesali kesalahan

#4
Para miliarder selalu digerakkan oleh tujuan utama
orang biasa digerakkan oleh hal-hal yang membuat hidupnya terdesak

#5
Para miliarder memiliki kontrol emosi yang tinggi
orang biasa gampang marah, menangis atau kecewa

#6
Para miliarder selalu mengingat tujuan utamanya
orang biasa terombang-ambing karena tidak punya tujuan

#7
Para miliarder selalu konsisten dalam pencapaian tujuan
orang biasa memiliki keinginan yang selalu berubah=ubah

#8
Para miliarder memiliki daftar yang harus dilakukan
orang biasa selalu mengerjakan semua hal

#9
Para miliarder memilih pekerjaan yang benar-benar mereka cintai
orang biasa memilih pekerjaan yang menawarkan gaji besar serta benefit lainnya

#10
Para miliarder menekuni yang mereka cintai
orang biasa bekerja karena terpaksa

#11
Para miliarder bekerja sepenuh hati
orang biasa bekerja demi uang

#12
Para miliarder melakukan sesuatu sampai selesai
orang biasa sering bekerja setengah-setengah

#13
Para miliarder terbiasa fokus pada satu pekerjaan
orang biasa pikirannya banyak cabang

#14
Para miliarder tidak suka menunda pekerjaan
orang biasa selalu mengerjakan banyak hal sehingga sering menunda pekerjaan

#15
Para miliarder memberi nilai lebih saat bekerja
orang biasa bekerja sesuai job descriptions

#16
Para miliarder selalu melangkah maju untuk pertumbuhan bisnis
orang biasa berpikir sangat panjang dalam memulai sesuatu dan sering tidak jadi karena takut

7 pelajaran bagi perusahaan dari kejadian TITANIC


seperti yang saya baca di harian Seputar Indonesia tgl 15 April 2012, menurut Stephen Wunker, kontributor majalah FORBES, menyebutkan setidaknya ada 7 pelajaran penting yang bisa di petik oleh perusahaan yang ingin berkembang cepat dari kejadian yang menimpa kapal Titanic.



1. Jangan terjerumus ke dalam persaingan yang tidak mungkin dimenangkan. Titanic dibangun oleh White Star Line dengan bentuk yang lebih besar dan mewah dengan ruangan-ruangan besar didalamnya. Hal ini dilakukan untuk bersaingan dengan perusahaan Cunard Line yang membangun kapal bernama Lusitania dan memimpin di kelas kapal untuk perjalanan cepat.
Hal yang dilupakan oleh White Star Line adalah kapal yang sebesar Titanic tentu akan memiliki kecepatan yang rendah dibandingkan dengan kapal yang lebih ramping.

2. Uang menciptakan kesalahan terbesar. Titanic merupakan aset terbesar bagi White Star Line, reputasi mereka dipertaruhkan di sini. Pelayaran perdana menjadi sangat penting bagi mereka untuk menentukan kesuksesan perusahaan ini. Mereka hanya berkonsentrasi di kecepatan dan kemewahan kapal dan melupakan hal yang lainnya.

3. Kapal-kapal yang lebih besar maka menjadi lebih lamban. Hukum fisika ini juga berlaku pada perusahaan: massa dan kecepatan menciptakan kelambanan. Menurut wungker "Jika perusahaan tahu mereka akan bereaksi lebih lambat dibandingkan dengan pesaing maka mereka bisa melalukan berbagai ekperimen kecil dari pada berasumsi bahwa mereka dapat bergerak cepat.

4. Kesadaran akan pentingnya memiliki sistem peringatan. "bila anda ingin bergerak cepat, pastikan memiliki cara yang baik untuk mengetahui resiko2 sejak awal. Sistem Titanic untuk menghindari gunung es adalah melalui bunyi saat terjadi tabrakan" katanya.

5. Ketahui kompetensi anda.designer Titanic adalah membangun kapal yang aman, sedangkan perusahaan berfokus pada pengalaman penumpang.Pada kasus ini para insinyur berkompromi dengan keinginan pemilik. "Mengapa memliki perahu penyelamat jika mereka "mengacaukan" geladak kapal?"

6. Miliki pembuat keputusa nyang jelas pada saat kritis. Menurut Wunker, pemberian otoritas kepada kelompok kecil diperlukan untuk aturan berbeda saat masalah besar timbul. Di Titanic, peluang untuk mengurangi risiko krisis diabaikan. Kapal dapat melempar sekoci penyelamat lebih bawal, mengisinya lebih baik dan mengirim sinyal bahaya lebih cepat.

7.Bencana seringkali terlihat sepele pada awalnya. Saat menabrak es para penumpang masih tetap bercanda dengan bongkahan es yang ada di geladak, bahkan para awak kapal membiarkannya saja."Masalah2 besar biasanya muncul dari kondisi yang tidak terkira dan memerlukan waktu yang lama untuk menyadari kondisi berbahaya.
Contoh lain:
  • Kodak lebih mengkhawatirkan perkembangan FUJI daripada perkembangan teknologi digital
  • Dell lebih berfokus terhadap HP daripada perkembangan NETBOOK
  • My space mengabaikan orang-orang yang drop-out dari Harvard.
  • Suatu kelompok akan lebih berbahaya saat tidak memahami resiko yang akan dihadapi.

10 KESALAHPAHAMAN TENTANG SUKSES


(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen. CoachJim.com)

Kesalahpahaman 1--
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2--
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3--
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4--
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5--

Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6--
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7--
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8--
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9--
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10--
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

FOCUS... FOCUS.... FOCUS...

Kata yang paling sering di dengar baik dari para motivator atau pun pebisnis dalam percakapan sehari-hari. Namun, sebenarnya apakah focus itu? Apakah kuda yang menarik delman atau andong dengan kaca mata kudanya disebut focus? Mengarah pada satu tujuan dan tidak menggubris apa yang terjadi disekitarnya itu juga disebut focus?
Ya… mungkin itu semua benar.
Minggu lalu saya menemani salah seorang rekan sejawat yang sedang memotivasi team salesnya, dan dia mempunyai cerita pewayangan tentang focus ini. Pada “jaman” itu Resi Durna terkenal sebagai pemanah yang terulung pada jamannya, tidak ada sasaran yang meleset bila dia membidiknya. Singkat cerita, setelah menjadi Resi dia menurunkan ilmunya pada 2 wangsa besar saat itu Kurawa dan Pandawa.
Setelah melatih ke 2 wangsa itu untuk beberapa waktu tentang teknik memanah maka tibalah saatnya sang Resi menguji murid-muridnya tersebut. Dipanggillah sang Dursasana , lalu diajukan pertanyaan :
“Wahai muridku apa yang kamu lihat di atas pohon itu?” Tanya sang Resi
“hua..ha..ha…” tawa keras sang Dursasana “Aku melihat pohon yang indah dengan daun-daun yang hijau rimbun dilatar belakangi oleh indahnya langit biru” jawaab si murid
“Baik lah kalo begitu, tarik busur panahmu dan lepaskan ke arah sasaranmu” lanjut sang Resi. Lalu Dursasana pun melepaskan anak panahnya. Namun, tak satu pun sasaran yang terkena. Tawa para Kurawa dan Pandawa membahana mengejek sang Dursasana, hal ini membuatnya emosi dan mengambil anak panah berikutnya.
Dia lepaskan anak panah ini dan tetap tidak mengenai sasaran, dia ulangi lagi hingga 5 kali namun tetap tidak ada yang mengenai sasaran.
“Sasaran apa yang kamu tuju wahai muridku?” Tanya sang Resi. Seraya bersungut Dursasana menjawab “Buah Apel! Bapa Guru”
“Ohh…” gumam sang Resi
“Arjuna, sekarang giliranmu” panggil sang Resi pada murid berikutnya.
“Apa yang kamu lihat di atas sana”
“Apel” jawab sang Arjuna, “Lalu apa lagi yang kau lihat?” lanjut sang resi
“Apel” jawab sang Arjuna, “Kamu melihat birunya langit diatas sana?”
“Tidak, aku hanya melihat Apel” jawab Arjuna
Dan Anda pasti sudah menebak, apakah Arjuna mengenai sasaran atau tidak?
Sasarannya sudah jelas: APEL dan dia tidak melihat yang lainnya karena dia memusatkan seluruh pikiran dan hasratnya pada apel yang dijadikan target sasarannya. Inilah focus.
Tahapan yang paling menantang dalam melakukan focus terhadap sesuatu adalah konsistensinya. Artinya, kita tetap tidak melihat atau bergeming atau pun tertarik melakukan hal lain yang menyebabkan kita melupakan tujuan awal yang harusnya menjadi focus kita.
Dalam buku I Want You to Be Rich karangan bersama Kiyosaki dan Donald Trump, ada akronim yang menarik tentang masalah focus ini, yaitu :
F = Follow (ikuti)
O = One (satu)
C = Course (tujuan)
U = Until (hingga)
S = Success (sukses)


Bagaimana denan focus anda hari ini?