Manusia 4 Quadrants

Apakah Quadrant terbaik yang ada di 4 cashflow quadrant Robert T.Kiyosaki? Apakah benar quadrant sebelah kanan selalu lebih baik dari yang disebelah kiri? Apakah semua orang harus jadi businesman? Namun, Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan untuk berdagang atau berbisnis.

Be Yourself-Look for your passion

Jadilah diri sendiri, cari the real passion yang kamu punya dan bekerjalah berdasarkan itu maka semuanya akan terasa lebih mudah dan ringan, semua tampak santai untuk dijalani dengan hasil yang sangat berbeda bila kamu terpaksa melakukannya

Online Business

Semakin maju peradaban ini memuat semua transaksi juga mengalami perubahan drastis, apakah anda akan menjadi konsumen atau ingin terlibat langsung dan mendapatkan rezeki dari bidang baru ini?

Tak Ada Waktu Membaca

Buku adalah jendela ilmu dan dunia, bila anda tak punya waktu untuk membaca buku namun ingin mendapatkan kesempatan menambah ilmu maka baca saja ringkasan atau intisarinya, anda tetap mendapatkan informasinya tanpa harus membuang waktu anda.

Olahraga Yuk's

Belajar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan exercise yang benar dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tentunya

Showing posts with label proses. Show all posts
Showing posts with label proses. Show all posts

MARKETING Bisnis KELILINGAN

kadangkala banyak marketer yang bingung tentang NEED, apa yang pelanggan benar-benar inginkan? atau jangan-jangan pelanggan tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan? maka study kelayakan yang digelar dengan biaya yang tidak sedikit hingga simple questioner perlu dilakukan hanya untuk mendapatkan apa yang benar-benar diinginkan oleh para pengguna atau calon customer-

NEED ini yang akan digunakan sebagai dasar untuk mementukan segmentasi pasar dan positioning product yang akan diluncurkan. Bila kita bermaksud untuk memenuhi need yang sudah ada dipasaran saat ini. 

Apakah bisa kebalikannya? maksudnya? 
calon customer belum tahu kebutuhan (NEED) mereka, namun kita sudah tahu apa yang akan menjadi NEED mereka - setelah itu kita membuatkan produknya untuk mereka, DAlam hal ini maka kita akan melakukan edukasi market kepada mereka. contoh yang paling banyak digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah awal penjualan TEH MANIS dalam kemasan --> hingga air mineral dalam botol yang kini sudah hampir semua orang diperkotaan telah menggunakannya. 

Memungkinkan bukan? namun, biasaya para PIONEER ini memiliki "napas" yang cukup panjang, untuk bertahan sebelum produknya laku, namun bila sudah "boom" maka mereka akan menjadi yang nomor satu bukan. ini adalah imbalan yang tak ternilainya. Ada AQUA?

RISET PASAR adalah jawaban untuk kesemua pembahasan diatas, tapi apakah untuk usaha kecil harus melakukan riset juga? YA HARUS.

yang membedakan hanyalah kapasitasnya saja bukan? contoh = apakah pa Tirto melakukan riset sebelum membuat minuman air mineral dalam kemasan? harganya lebih tinggia dari bahan bakar yang memerlukan usaha dan biaya yang besar untuk sampai ke tangan konsumen. SAYA YAKIN SUDAH!

kita coba ambil contoh 3 kegiatan bisnis "SEDERHANA" yang membuat saya terkagum sama para pelakunya -saya coba buatkan diagram perbandingan




Nah, apakah para pelaku membuat tabel seperti yang saya buat diatas? apakah mereka mengenal teori marketing 4p dan USP segala macem - koq, saya ndak yakin ya... hehehe...

bagaimana dengan kelompok street smart yang menggunakan jargon - bisnis itu seperti masuk kamar mandi! langsung aja ambil handuk dan masuk kamar mandi, bila ada yang tertinggal seperti sabun ya tnggal keluar kamar mandi sebentar terus masuk lagi. Makin lama juga tidak akan ada yang ketinggalan lagi koq, sudah bisa dilalukan secara otomatis alias jadi HABIT
Nah, ndak perlu riset-risetan segala lah... COba aja

menurut saya bukannya tanpa riset tapi ndak perlu buat yang jelimet, yang terpenting adalah actionnya dimana ini langkah selanjutnya setelah riset dan analisa dibuat.

Langkah berikutnya adalah membuat "PILOT PROJECT" atau ya coba langsung saja dilapangan, bagaimana respon dari pasar, apakah sesuai harapan? atau mungkin ada ide baru berdasarkan masukan dari para pelanggang - bahasa kerennya adalah "continuous improvement" malahan sekarang ada yang menggunakan kata "holistic" loh :) ini yang sedang kekinian

Jadi, sepeti iklan teh botol
Apapun bisnisnya lakukan RISET untuk menemukan NEED dan lakukan PILOT PROJECT untuk mendapatkan respond dari pasar dan lakukan perbaikan atau IMPROVEMENT.

Kesimpulan marketing untuk BISNIS KELILINGAN adalah sebagai berikut :

RISET -> PILOT PROJECT -> IMPROVEMENT

apakah ini bisa diterapkan untuk bisnis anda juga sekarang ini?


Ada FOCUS, ada MILESTONE, ada apalagi ya?

Pernah ngga baca atau mungkin mendengar rekan atau bos kita bilang tentang "Kerja harus FOCUS jangan terganggu dengan hal lain itu DISTRACTION" atau dilain waktu, ada motivator yang berkata "buat hal yang akan menjadi MILESTONE dari tujuan anda" 

Nah, saya termasuk salah seorang yang sering sekali mendengar 2 kata "ajaib" tersebut dan kadang kala (kalau tidak mau dibilang sering kali, biar kelihatan keren lah... LOL) menggunakannya juga saat sedang berapi-api menjelaskan sesuatu kepada yang lain, terutama para pemula di kantor :)

Sebenarnya apa sich maksud dari 2 kata ini dalam penerapannya sehari-hari, apakah kita sudah benar cara menggunakan kedua kata ini? 

Bila kita tilik dari mba google translate berikut adalah terjemahan dan pengertiannya -


Apa hubungan kedua kata tersebut dengan GOAL?
*ntar dulu lah satu-satu napah

Terjemahan yang saya gunakan adalah - FOCUS: perhatian yang harus kita berikan lebih pada satu hal tertentu dibandingkan dengan hal lainnya, tanpa harus terganggu oleh hal lainnya.  Ada yang mendefinisikannya sebagai Folow One Course Untill Success - F.O.C.U.S Dalam kegiatan management sehari-hari, hal ini dapat berupa sesuatu hal atau benda yang ingin kita capai atau dapatkan.

Sedangkan MILESTONE saya lebih memaknainya sebagai suatu hal yang terjadi secara significant membuat perbedaan atau mengakibatkan perubahan ke arah yang baik dalam process itu sendiri. Dengan kata lain ini adalah tandanya atau titik dimana kita buat sebagai tanda pengingatnya.

Malam tadi saya mendapat pencerahan baru tentang pengertian kedua kata tersebut dari permaian Jelly Blast di gadget android saya - sampai level tertentu tantangan menjadi semakin sulit dan untuk memenangkan pertandingan maka juga semakin sulit. Saat semakin ingin memenangkan level tersebut maka semakin sering saya kalah dan harus mengulang dari awal lagi di level itu. RETRY! bah! nyebelin kaleee...

Pengen menang malah terus kalah, padahal harus FOCUS nich ngalahin score si mbarep :) (judulnya mah ndak mau kalah sama junior). Sudah muley pake napsu juga maennya nich :(

tapi saat dapat lima baris dan "blasting" semua jelly maka score yang saya dapat juga jadi tinggi sekali. 2 kali dapat lima baris selesai sudah tantangan di level itu. 
Saat saya ulang dan mulai sedikit merubah 'focus' mencari lima baris dan beberapa 'blasting' yang lain maka frekuensi kemenangan jadi semakin meningkat nich. Wow kerenz...
Ehm... saat saya fokus pada kemenangan dan kalah, napsu dan frustasi yang saya dapat. Namun, saat fokus di permudah dengan mencari 'blasting' kemenangan malah makin sering didapat. 

Insight yang saya dapat ternyata - kita harus FOKUS pada sesuatu yang besar sebagai GOAL kita, dalam permainan ini adalah menang di semua level. Itu adalah kemenangan besar yang kadang juga memberikan PRESSURE kepada kita sendiri. 
Tapi bila FOKUS itu diperkecil sedikit menjadi mencari 'blasting' yang secara teknis lebih mudah maka rasanya koq makin lancar ya...? kemenangan ini menjadi MILESTONE untuk permainan selanjutnya, carilah baris yang makin panjang untuk menciptakan 'blasting' yang lebih besar lagi dan akhirnya kemenangan di level itu bisa di raih.

Jadi, menurut saya hubungan FOCUS dengan MILESTONE adalah - 
tetapkan GOAL utama kita, FOCUS pada pencapainnya, bagi kedalam GOAL yang lebih kecil (biasanya lebih mudah dicapai) FOCUS disana, saat kita berhasil maka ini akan menjadi MILESTONE kita untuk meningkatkan level CONFIDENCE kita untuk mendapatkatkan GOAL utama yang diinginkan.

Milestone adalah pencapaian dari goal kecil yang menjadi focus jangka pendek kita dalam meraih goal utama.

Let's do it, makan nasi goreng kambing cikini 1 porsi aja harus dimakan sendok by sendok, walau pun lezat kan ndak semua nasi goreng sekaligus dimasukkan ke dalam mulut kita tokh :)



Fenomena GO-JEK di Jakarta, merambah ke kota Anda?

Akhir-akhir ini saya banyak mendengar dan membaca tentang fenomena GOJEK terutama dari social media seperti Facebook dan TWITTER wall saya, banyak cerita yang miring sampai "tegak" :)
Nah, pasti kalian sudah banyak yang tahu kan atau sudah jadi pelanggan setianya saat ini?



Hari ini saya nemu cerita dalam status FB salah satu network saya - berikut ceritanya (tanpa saya edit hanya copas saja neeh) -

HANYA SEKEDAR UNTUK MENAMBAH WAWASAN SAJA.
=============================================
Kenapa Tukang Ojek di Gojek bisa Mendapatkan Income Hingga Rp 10 juta per Bulan?
Gojek sejumlah media menulis kisah yang menggugah. Jika tekun menarik order, seorang tukang ojek di Gojek bisa mendapatkan income hingga Rp 10 juta per bulan.Sebuan pencapaian yang sangat mengesankan. Terutama untuk profesi yang selama ini dianggap kelas pinggiran.
Kisah tentang Gojek adalah narasi tentang social innovation, keajaiban teknologi aplikasi, dan kejeniusan ilmu supply chain management.
Mari kita bedah satu demi satu dengan renyah di pagi hari ini.
Sejatinya GOJEK adalah perusahaan penyedia jasa transportasi yang berbasis pada kekuatan magis teknologi aplikasi. The power of Apps.
Salah satu sumber inefisiensi layanan tukang ojek adalah masa ngetem yang terlalu lama. Idle time kalau dalam bahasa supply chain management. Waktu kosong yang hilang sia-sia.
Gojek dengan kekuatan aplikasinya yang real time mampu memotong masa tunggu itu (ngetem untuk dapat order) dengan dramatis. Ribuan calon pelanggan yang telah mendownload aplikasi Gojek yang user friendly – dibuat untuk mudah melakukan pemesanan order pengiriman (entah jasa antar orang, dokumen atau barang).
Lantas ribuan order yang terkumpul itu, di-distribusikan oleh Gojek ke ribuan armadanya, yang berada pada titik paling dekat dengan yang memberi order, secara real time, seketika. Proses ini berlangsung secara kontinyu, real time.
Dengan proses sperti itulah, maka level produktivitas pengojek naik secara sangat signifikan. Dengan kekuatan ajaib aplikasi yang bersifat real time, masa tunggu pengojek bisa ditekan hingga nyaris titik nol.
Apa yang terjadi saat produktivitas naik secara dramatis. Otomatis, income juga bisa melesat ke level yang tak terbayangkan.
Just In Time Inventory. Ini adalah prinsip legendaris perusahan-perusahaan hebat Jepang seperti Toyota. Saat masa tunggu inventory bisa dibuat menjadi zero.
Dan persis prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh Gojek dengan kekuatan aplikasinya. Hasilnya adalah keajaiban : seorang tukang ojek bisa mendapat income 10 juta per bulan.
Gojek mungkin contoh keindahan inovasi sosial berbasis teknologi : bagaimana kekuatan aplikasi (digital apps) bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran (tukang ojek).
Ya, niatan untuk mengentaskan kemiskinan memang tidak diperoleh dengan demo, spanduk, rapat di gedung parlemen atau teriak-teriak di jalanan.
Kekuatan sebuah aplikasi yang jenius acap jauh lebih powerful dari itu semua. This is the beauty of digital technology.
Namun inovasi sosial yang jenius dari Gojek ini mendapatkan tantangan dari dua kekuatan. Dan keduanya bisa menghancurkan bisnis Gojek.
Yang pertama adalah resistensi dari para tukang ojek pangkalan. Ini adalah potret muram dari proses inovasi teknologi : bagaimana kekuatan otak (kemudahan teknologi digital ) harus berhadapan dengan kekuatan otot yang enggan menerima proses perubahan zaman.
Dan kita tahu, pertempuran melawan kekuatan otot acap jauh lebih melelahkan dibanding harus bertarung melawan kekuatan otak.
Proses inovasi teknologi memang kadang justru gagal karena masyarakatnya sendiri secara sosiologis tidak siap menerima perubahan. Fenomena yang juga lazim terjadi dalam berbagai kisah perubahan korporat (corporate transformation process).
Status quo dan comfort zone kadang menjadi dua algojo yang acap sukses menjegal potensi kekuatan inovasi.
Kekuatan kedua yang juga bisa merobohkan bisnis Gojek datang dari rival yang tak kalah menggetarkan. Yakni Grab Bike. Perusahaan yang sama dengan Gojek, namun datang dari pengusaha Malaysia. Dan dengan dukungan modal hingga 2.5 triliun.
Dengan dukungan dana nyaris tak terbatas itu, Grab Bike langsung meletuskan amunisi peperangan. Mereka segera meluncurkan “predatory pricing war” : tarif promosi ojek Grab Bike hanya Rp 5 ribu kemana saja (tarif promosi Gojek 10 ribu, dan kini sudah naik ke 15 ribu).
Grab Bike juga memberikan upah ke pengojeknya 90% dari total order, sementara Gojek hanya 80%. Grab Bike juga memberikan program berangkat umroh kepada pengojeknya yang berprestasi (akhirnya tukang ojek juga bisa naik umroh. Bukan hanya tukang bubur).
Perlawanan keras dari Grab Bike itu segera membuat Gojek agak gentar. Pricing war yang berkepanjangan pada akhirnya bisa membuat keduanya malah bangkrut. Bisnis memang kadang brutal dan tak kenal ampun.
Kita tidak tahu apakah Gojek akan bisa mengatasi perlawanan dari dua dimensi yang berbeda itu dengan sukses (resistensi dari ojek pangkalan dan rivalitas bisnis dengan Grab Bike).
Btw, pendiri Gojek sendiri Nadiem Makarim bukan anak muda sembarangan. Pria muda Jakarta ini alumnus Harvard Business School (sekolah bisnis terbaik di muka bumi).
Dengan mudah Nadiem sebenarnya bisa melamar kerja di Wall Street dengan gaji puluhan ribu dollar per bulan. Namun ia memilih pulang ke tanah airnya, demi membangun bisnis yang memberdayakan kaum kelas pinggiran. Melalui kekuatan aplikasi digital.
Jajaran manajemen dan pendiri Gojek lainnya juga diisi oleh para alumnus dari sekolah bisnis hebat seperti University of Chicago. Dan rata-rata pernah bekerja di perusahaan kelas dunia.
Dari sisi kualitas, SDM yang menduduki peran kunci di Gojek sebenarnya setara dengan mutu SDM di perusaahaan top seperti Google, Microsoft ataupun IBM.
Mereka secara kolektif adalah one of the best management brains di tanah air.
Saya sendiri berharap Gojek bisa berhasil dalam misinya. Mereka bertekad untuk merekrut puluhan ribu pengojek baru.
Mungkin Anda berminat juga? Lumayan kan kalau dapat 10 juta per bulan Daripada kerja lembur namun gaji hanya sekelas UMR
Jika bisnis Gojek berhasil, dampak mereka dalam memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran bisa sangat mengesankan.
Sekali lagi, itulah kekuatan social innovation yang berbasis pada kekuatan teknologi digital.
Welcome to Digital Innovation. Everyone is Invited.
by: MUSLIM ENTREPRENEUR
"Sharing Wirausaha Muslim & Permodalan"
# gambar ambil dari google grin emoticon



Siapakah Anda hari ini?

Lagi-lagi saya temukan tulisan yang bagus ini disalah satu pojokan hardisk saya - sepertinya tulisan lama dan mungkin tulisan salah satu mentor di Enterpreneur University-nya purdi.e.chandra, tapi sangat relevan dengan apa yang satu tulis beberapa minggu lalu, yaitu mengenai The Power of Dream
silahkan anda baca semoga bermanfaat -


Siapakah Anda hari ini?

Tidak lulus sekolah, hanya lulusan SMP, SMA, D3, sudah sarjana, atau doktor sekalipun? Tapi, apa posisi Anda sekarang ini? Apakah masih pengangguran, sibuk mencari kerja, cuma karyawan dengan gaji pas-pasan, menjelang usia pensiun, atau malah sudah pensiun? Itu semua tidak penting. Hari ini boleh jadi Anda belum sukses atau pada posisi masih kalah dengan yang lain. Namun orang lain nantinya bisa melihat siapa diri Anda tiga atau lima tahun mendatang. Bisakah Anda membuat gambaran diri yang lebih baik untuk lima tahun mendatang?Siapakah diri Anda saat itu?

Saya ingin mengajak Anda sejenak menyelami kekuatan mimpi atau cita-cita yang sungguh-sungguh bisa diwujudkan di alam kenyataan. Cobalah berani memimpikan suatu situasi atau kondisi dalam lima tahun ke depan. Nah, mimpi Anda lebih bagus atau justru lebih buruk dari yang sekarang?

Pertama-tama kita harus tahu bahwa mimpi bisa saja diartikan sebagai cita-cita kalau memang kita benar-benar ingin mewujudkannya. Memang ada sedikit perbedaan antara keduanya. Mimpi hanyalah lamunan-lamunan indah semata, kadang malah ngawur, dan bahkan terkesan tidak masuk akal. Sementara cita-cita biasanya sudah dilengkapi dengan rencana pencapaian. Tetapi, jika mimpi yang tampaknya tidak masuk akal (menurut pemahaman kita saat ini) diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka nilainya sama saja dengan cita-cita yang tinggi.

Dunia membuktikan, hanya orang-orang yang bercita-cita tinggilah yang mampu mengubah wajah dunia. Namun dulunya mereka suka diledek sebagai pemimpi belaka. Zaman dahulu, gagasan bahwa orang bisa terbang ke angkasa luar dianggap mimpi di siang bolong. Namun begitu teknologi pesawat telah mampu membawa manusia menjelajahi angkasa luar, gagasan gila itu benar-benar jadi kenyataan yang tak terbantahkan. Pencapaian-pencapaian besar selalu dimulai dari mimpi-mimpi yang besar pula.

Begitu pula Anda, jangan takut untuk bermimpi menjadi siapa, memiliki apa, dan bisa apa saja, dalam beberapa tahun ke depan. Termasuk mimpi dalam bidang bisnis. Mungkin suatu saat Anda melihat peluang dipasar. Dengan kemampuan otak kanan dan dorongan dari mimpi-mimpi Anda, kemudian mengambil peluang tersebut. Muncul harapan bahwa dua tahun lagi bisnis itulah yang akan menghantarkan Anda kepada terwujudnya mimpi Anda. Kekuatan mimpilah yang akan memberikan dorongan besar dalam perjuangan Anda.

Mimpi fisik dan spesifik
Mimpi memang bisa menjadi tenaga pendorong yang dasyat. Tetapi, mimpi macam apa? Ya, mimpi yang dasyat tenaga dorongnya untuk menjadi nyata adalah mimpi yang spesifik dan memiliki gambaran fisik yang jelas sekali. Mimpi kita harus memiliki gambaran fisik yang jelas dan lebih spesifik lagi dengan target waktu tertentu. Sebab kita hidup bukan di alam imajinasi belaka, namun di dunia yang serba nyata. Jadi, supaya bisa terwujud, mimpi harus jelas gambarannya, spesifik wujudnya, dan ada jangka waktu pencapaiannya.

Misalnya saya sendiri bermimpi bahwa lima tahun ke depan saya harus memiliki rumah berharga Rp2 miliar dan mobil Mercy 260 di garasi. Tidak penting siapa saya atau Anda sekarang ini, semuanya boleh-boleh saja bermimpi. Wong bermimpi itu gratis!

Tapi mimpi saja tidak cukup. Semisal jika bermimpi menjadi pengusaha besar dengan bisnis yang besar pula, maka parameter fisiknya juga harus jelas. Berarti kita harus bermimpi mempunyai beberapa perusahaan dengan omset miliaran rupiah, punya karyawan sampai ratusan atau bahkan ribuan, mimpi masuk bursa saham, melebarkan sayap hingga ke mancanegara, dll. Sementara sebagai pengusaha besar, fakta di lapangan harus menguatkannya, misalnya dengan memiliki rumah mewah, mobil mewah, investasi di mana-mana, dll.

Sementara kalau beraninya hanya mimpi menjadi pengusaha yang sedang-sedang saja, paling-paling cuma punya mobil Kijang atau mobil pick-up lalu sudah menganggap diri kaya. Itu pun juga tidak masalah. Yang terpenting adalah, berani mimpi apa saat ini? Jika berani mimpi, tulislah sekarang juga!

Namun lagi-lagi, mimpi yang tinggi saja tidak cukup. Untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, kita butuh tindakan-tindakan yang konkret serta kekuatan lain yang bisa membantu kita mencapai tujuan. Tindakan-tindakan itu adalah:

1. Optimalkan Proses: Setelah kita berani bermimpi hingga tidak terbatas (dengan menggunakan kemampuan otak kanan), maka langkah selanjutnya adalah menggunakan otak kiri untuk mewujudkannya. Kita harus melihat kondisi nyatanya sekarang, lalu mencari kendaraan dan membangun jembatan untuk menuju ke "tanah seberang" yaitu tanah impian kita. Pada tahap ini kita dituntut untuk mengoptimalkan segala daya upaya supaya mampu memilih kendaraan yang tepat, melewati jembatan yang kuat, dan kemudian menuju ke tempat yang kita inginkan.

2. Kekuatan Doa: Berdoa merupakan sarana pendekatan diri kepada Tuhan dan meminta restu-Nya supaya cita-cita kita bisa diwujudkan.
Dengan berdoa, insya Allah daya optimis kita akan bertambah dan keinginan kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu juga semakin besar. Dan yang terpenting, dengan doa itulah kita memohon restu Tuhan. Dalam bahasa praktis, doa itu ibarat pengajuan proposal kepada Tuhan. Bagaimana dapat "proyek" kalau tidak pernah mengajukan "proposal"?

3. Revisi Mimpi: Namanya juga mimpi, sudah gratis, ya tentu bisa diubah-ubah semaunya kita. Jika mimpi belum tercapai, kita bisa memberikan tenggat waktu yang lebih panjang. Namun, bisa saja mimpi mendapatkan rumah seharga Rp2 M dalam lima tahun ternyata malah sudah tercapai dalam waktu tiga tahun. Mungkin saking kuatnya pengaruh mimpi itu dalam mendorong kerja keras kita, bisa saja hal semacam itu terjadi. Maka, sah saja kalau kita merevisi mimpi untuk dua tahun sisanya dengan mimpi yang lebih tinggi lagi.

Nah, mimpi kan gratis. Mengapa kita harus takut bermimpi? Justru yang perlu ditakutkan adalah kesiapan mental kita saat mimpi tersebut menjadi kenyataan. Anda sudah siap menerima kenyataan itu nantinya.

Judul Kontroversial

Pengalaman yang menarik saat saya "jalan-jalan" di blog ini dan melihat beberapa komentar yang dibuat oleh beberapa pengunjung yang sempat mampir dan membaca beberapa tulisan saya di blog ini. Ada yang setuju, mengkonfirmasi apa yang ditulis, bertanya, memberikan input dan pendapatnya, sampai yang membela atau mencoba menjelaskan apa yang saya tulis berdasarkan apa yang diketahui atau difahaminya.

Terima kasih atas semuanya ini karena akan menjadi penyemangat saya untuk terus berbagi denngan semua... :)

NAh, salah satu yang menarik adalah pada saat 2 tulisan saya menjadi artikel yang paling dibaca, sehingga ditempatkan di ranking google dalam urutan pertama dan kedua 

(bukan manual saya yang tempatkan, ini adalah murni hasil logaritma dari blogger.com sebagai tempat saya membuat blog ini). 

sampai dengan 21 Mar 2015, kedua artikel tersebut masih bertengger dengan damainya diurutan pertama dan kedua, hingga ada pengunjung yang mengomentarinya.
anda bisa membaca kedua artkel keduanya di 10 Dosa besar versi YM dan foto bugil clara adelia. saya tuliskan pada waktu yang berbeda dan karena apa yang saya baca dan pikirkan pada saat itu juga. 


Namun, menurut saya yang menarik adalah pemilihan judul ini membuat banyak orang yang ingin mengklik dan membacanya.

 

Analisa simple saya adalah -
artikel pertama karena ada gambar ustadz Yusuf Mansyur yang sedang in dibicarakan di masyarakat dan juga istilahnya sedang naik daun sebagai ustadz muda yang menjadi bayak panutan bagi ummat islam di Indoneisa, Jakarta pada khususnya. DAn saya pun salah satu penikmat buku dan pendengar ceramah yang beliau sampaikan, karena sangat mengena gaya bicaranya dan apa yang disampaikan buat saya.

artikel kedua, ehm... mungkin karena ada kata "foto bugil" dan "mahasiswi binus" - apa yang menarik? jelas 2 kata pertama sudah sangat menarik para penggilanya (hei, ingat apa isi artikel pertama okeh!) yang kedua karena ada kata yang menunjukkan bahwasanya pelaku ada disekitar kita. tapi demi suer isinya mungkin tidak seperti yang anda bayangkan :) bisa dilihat di artikelnya.

saya coba browsing dan dapet input dari web lain, bagaimana cara menulis judul artikel yang menarik dan benar. sebagai referensi berikut adalah apa yang diungkapkan disana -

source:
http://www.romelteamedia.com/2014/06/cara-membuat-judul-berita-headline.html







http://blogedek.blogspot.com/2012/09/tips-cara-membuat-judul-menarik.html


Kalo versi saya adalah: karena hal ini saya menjadi lebih yakin lagi bila, JUDUL adalah apa yang dilihat pertama kali oleh para pembaca untuk menarik perhatiannya dan berkeinginan untuk lebih lanjut membaca isi artikel yang bersangkutan. Itu adalah prinsipnya, terjemahannya adalah bisa berbagai macam cara seperti 2 tips yang ada di artikel ini dari blog lainnya.

tapi kalo judulnya selalu menyerempet ke hal-hal yang agak "miring" akan cepat menarik perhatian kita kali ya...?


Bener ndak nich kesimpulannya ya? akh, terserah pembaca aja, sekarang saya mau browsing lage aja lah. :)




Sang Inspirator sedang terpuruk

Anda kenal siapa yang ada dalam photo disebelah ini?
Ya, dia adalah Purdi E.Chandra salah seorang inspirator bangkitkan jiwa enterpreneurship di Indonesia - anda pasti kenal dengan universitasnya yang di singkat EU (Enterpreneur University) yang telah menelorkan banyak "alumnus" yang berhasil di bidang wirausaha di Indonesia.

Virus enterpreneur yang ditularkan terkenal dengan jargonnya - "CARA GILA JADI PENGUSAHA". Dia juga adalah pendiri dari bimbingan Primagama yang telah berkembang pesat dan merambah ke berbagai bisnis yang lainnya.

Dia juga salah seorang yang telah "meracuni" pikiran saya tentang enterpreneurship. Terutama dengan pemikirannya yang sangat provokatif sehingga membuat saya berpikir juga. Apakah saya sudah berada di jalur yang benar?

Beberapa artikelnya saya "copas" juga dalam sub-blog 4Quadrant saya, dengan membacanya pasti saya yakin anda akan merasakan bahasa provokatif yang menantag kita untuk berpikir dan menjadi "gerah" - terutama bagi mereka yang sedang berada dalam zona nyaman saat ini. 

Apakah provokasinya berjalan dengan baik?
saya rasa ya, dari sisi lulusan EU banyak yang berhasil menjadi orang kata orang tua saya dulu. angkatan 'mahasiswa' nya juga sudah puluhan di berbagai kota. saya pernah juga menhadiri salah satu seminar EU ini dan sharing dari para senior yang sudah terjun langsung dalam bidang kewirausahaan ini dan juga mendengarkan langsung dari Purdi E.Chandra secara langsung. Memang sangat provokatif dan benar-benar "makjleb" - istilah saya - saat mendengarkan paparan dan jawaban2 yang diberikannya.

renungkan dengan hati tenang dan "open mind" maka kita akan mendapatkan pencerahan atau pun memahami pemikiran yang coba dilontarkannya, tanpa harus menghakiminya sebagai sesuatu yang harus ditelan mentah-mentah dan langsung dilaksanakan.
salah satu yang paling saya ingat adalah pertanyaannya kepada para peserta seminar yang saya hadiri saat itu -

"Anda masih bekerja saat ini? mau jadi pengusaha?" begitu tanyanya "Ya, sudah besok ajukan saja surat resign ke atasan anda maka lusa anda sudah bisa jadi pengusaha" - provokatif-kan :) apakah semudah itu? bisa YA bisa TIDAK.
ketika ditanya alasannya, dengan santai dia bilang - "kalo sudah resign kan ndak ada pemasukan, maka anda akan berpikir dengan keras bagaimana caranya mendapatkan pemasukan. Nah, anda akan langsung menjadi kreatif!" lanjutnya "ciri dan syarat menjadi pengusaha adalah kreatif dan manusia akan cepat kreatif bila kepepet kan. Jadi, ya pepetkan saja sekalian"

Namun, malam ini secara tidak sengaja saya browsing di google ternyata bapak ini sedang di rundung masalah hingga akan di penjarakan segala, begitu berita yang saya baca di web panajurnal dan web direktorat jenderal pajak, kejadiannya sudah berlangsung dari tahun 2013 kemarin ternyata. 

Nah, cukup menarik untuk mengikuti perkembangan dari kasus ini. Namun saya yakin akan ada banyak komentar yang beragam mengenai kejadian ini. Baik yang positif untuk para pendukung Purdi E.Chandra atau pun yang negatif bagi para penentangnya. Sperti biasa...:)


Saya termasuk anggota telat grup yang mengetahui masalah ini?
kemana aja ya selama ini? jadi mikir dech, apakah ini salah satu inconsistent yang saya bahas di tulisan untuk review 2014 ya? bisa jadi iya, jika IYA memang terbukti dech. Mari berbenah sebelum terlambat lagi! karena sekarang dah terlambat juga dibandingkan dengan teman seangkatan nich :(



BBM ndak jadi naek...

Setelah hari kemaren dipulangkan cepat karena demo yang menolak kenaikan bbm sudah berkembang ke tindakan anarkis mulai dari pembakaran ban bekas sampai dengan pengrusakan pagar gedung DPR/MPR. Berita di bbm grup berseliweran, mulai dari update jalan macet, bermacam gambar SBY dan komentarnya hingga saya dengan ada salah satu kapolsek yang dipukuli massa pendemo sehingga harus dilarikan ke rumah sakit segala...

Semua orang dikantor ingin pulang cepat, dan beberapa orang mulai berkomentar: "semoga ini tidak menjadi tragedi seperti tahun 1998... WAh! mereka sudah berpikir sedemikian jauh atau ketakutan dan bayangan atas tragedi nasional itu teringat kembali????

Tapi yang pasti...
Kemarin (30/03) Jalanan menjadi lengang tidak seperti biasanya... Jam 16.00 arus lalulintas di jembatan semanggi seperti minggu pagi saja :)

eh, ternyata jalan tol di depan gedung DPR/MP sudah terkuasai oleh masa dan semua jalur yang melintas didaerah itu di alihkan ke daerah lainnya. YA... dengan kata lain dipindahkan lah kemacetannya.

Dan, pagi ini hasilnya adalah kenaikan bbm di tunda dengan persyaratan kalo melebihi angka ICP (yang saya ndak tau apa ini) sampai dengan 15% maka menjadi kewenangan pemerintah untuk melakukan kenaikan atau tidak. Nah loo... bukannya kemaren mau dinaikin sama pemerintah terus di demo? apa ndak nanti kalo mau naek demo lage?

Drama yang ditayangkan secara live oleh TV dan RAdio juga internet, seperti melihat telenovela saja tampaknya. PAgi ini ada wawancara di TV one dengan para pengamat dan beberapa anggota dewan terhormat yang bersidang hingga dini hari tadi.

Koq, aku melihatnya seperti ritual saja ya...
Sampe aku pun mendiskusikan dan cukup berdebat dengan mantan pacar ber komentar tentang para komentator yang berkomentar di tv :) pake beda pendapat lage :(

ada hal uang mengusik pemikiranku gara-gara 'perdebatan' dengan si mantan: sebenarnya akar permasalahannya apa sich? koq seperti nya semua orang hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan tidak mau "memberi" untuk orang lain? apakah ada yang salah tentang ini? apakah anak-anak kita akan menjadi "orang-orang" seperti ini?

satu pemikiran yang kami sepakati adalah mungkin orang per orangnya yang harus dibenahi, bukan sistemnya dulu, kenapa? ada realitas yang kami lihat
  • - mahasiswa jadi pendemo yang gigih hingga jadi korlap, melawan 'rezim' yang berkuasa bahkan sampe harus di buikan. Demo tentang kebijakan mereka hingga korupsi oleh kroni2nya - katanya lho...
  • - ada simpatisan yang mengajaknya gabung dengan partai dan menjadi salah satu ketua bidang atau departemen, menjadi anggota dewan dan tetap vokal
  • - partainya menang dan dia menjadi pejabat. Nah, sekarang giliran dia yang didemo karena diduga menjadi rezim yang tidak pro rakyat dan kemungkinan besar terkena kasu korupsi.
  • - lolos dari masa-masa ini, mereka menjadi tua and mulai menjadi pengamat politik yang berkomentar kembali tentang kebijakan2 pemerintah yang berkuasa saat itu...

NAh kawan, kalo melihat realitas ini dimana ya salahnya? bagian mana yang bisa kita perbaiki supaya bangsa ini lebih maju dan berkembang lagi dengan damai dan sejahtera?

hem.. aku belum ketemu jawaban pastinya nich?



NOSTALGIA PLEMBANG

ndak terasa dah hampir 6 tahun kami sekeluarga meninggalkan kota plembang, hari ini aku berkesempatan datang berkunjung ke kota ini lagi. tepat sebulan setelah sea games XXVI selesai. Dikota inilah anak pertamaku lahir dan menjadi wong 'plembang' kito galo :) Jadi, serasa kota kedua dan banyak tau tempat2 kuliner yang rasanya TOP MARKOTOB MAKNYUS LAH :)

kemaren dan dimulai dengan pindang patin kepala (kata yang jual baungnya ndak katek... hiks... menurutku ikan baung lebih mantab dari pada ikan patin); sore dilanjutkan dengan tekwan & mpek2 - ngiler ngeliat kawan makan model tapi lah penuh perut ku nih; esok paginya mie atet lapangan hatta dech untuk sarapan...  hem... maknyus!

target berikutnya untuk maksi terlalu banyak pilihan untuk waktu kunjungan yang singkat - burung dara tenda biru; sop buntut belakang gubernuran; gado-gado RRI; soto ayam belakang IP mall; soto betawi sayangan atau veteran; pindang musi rawas simpang pakjo or demang lebar...

wah.... banyaknya! sedang sibuk milih sudah masuk SMS tercinta dengan bunyi "jangan lupa! oleh-oleh mpek2 lenjer, telo',adaan, plus kapal selam komplet! krupuk jangn pulo lupo... kemplang goreng en bakar, ikan putak." begitu isi smsnya atau... "Jangan pulang sekalian!" - bah iklan banget ya :)

Ehm, terbayang sudah bakalan berdus2nich bagasi gue balik jakarta

Namun, saat membeli oleh-oleh di toko 301 jl DEMPO aku lihat bapak cina tua  yang 6 tahun lalu kulihat jualan otak-otak dengan 2 keranjang plastiknya masih saya tetap berjualan otak2 yang sama. Semuanya masih sama sesuai dengan ingatan dalam memoryku, hanya wajahnya saja yang semakin tua kini.

apa yang terjadi pak? waktu berhenti? atau tidak mengikuti jaman?

sementara ku dengar mpek2 langganan keluarga kami sudah punya 5-6 cabang di kota ini, tukang mie makin banyak mejanya, dulu hanya gerobak dan 1 meja saja, tukang nasi padang mangkin banyak pulo cabangnyo...

tapi....

apa aku sudah berubah menjadi maju juga ya? setelah jumpa dengan kawan2 sesama employee dulu bahkan ada mantan anak buah... kini mereka sudah menjadi owner dan dengan bangga menunjukkan toko dan bisnis mereka. "Gue dah jadi direktur sekarang Vie, ndak harus buat laporan dan dikejar sama bos tiap bulan he... he... he..." begitulah ujar mereka.

So, apa aku ndak ada beda sama tukan otak-otak di jalan dempo yang menjajakan dagangannya dengan "mungkin" keranjang yang dipakenya juga sejak 6 tahun yang lalu.

Wallahuallam, but... you still think and making plan? no execution?



'SHORCUT' menjadi kaya itu mudah lho...


Membaca koran minggu pagi inginnya itu santai dan mendapatkan informasi yang ringan setelah 6 hari bekerja dengan segala macam jenis tekanan and tengat waktu yang harus dicapai, benar-benar melelahkan. 

Namun, apa daya begitu saya buka koran Republika (11/12/2011) langsung dihadapkan pada penangkapan istri mantan Jenderal polisi yang "berkeliaran" di luarnegeri selama beberapa bulan.

Herannya koq ndak lupa ya kalo jalan-jalan diluar negeri, tapi kalo di tanya KPK nanti pasti tiba-tiba jadi lupa ingatan dech :) nilai transaksi suap yang dilakukan ndak tanggung-tanggung lho... hampir 9,8M hanya dalam satu amplop - itu yang saya baca di koran ini.

Eh, sebelahnya ada kolom REFLEKSI yang juga membahas masalah korupsi di Indonesia, kali ini mengakaitkan dengan temuan sejumlah rekening pegawai negeri muda yang jumlahnya cukup menggiurkan. Jalan pintas menjadi kaya adalah lakukan korupsi - itu kesimpulan yang saya ambil dari membaca tulisan disana... plus! masih ada cerpen tentang pegawai negeri yang harus sogok menyogok untuk diterima.

Ancurrr..., minahhhh.....

Eh, Ternyata Nazaruddi dan Jayus itu usianya masih dibawah 35th lhoo.. "keren"-kan, anak muda "berprestasi" yang berhasil menggalang korupsi berstruktur secara massal di lingkungan kerjanya.

Lalu... salah para anak muda ini yang mengambil jalan pintas menjadi kaya atau karena mencontoh para orang tua yang mempraktekkannya secara terbuka? persis seperti melihat sinetron orang-orang kaya yang ada di tayangan2 TV dewasa ini. Walaupun acara TV-nya tidak men"dewasakan" pemirsanya.

Jadi, ingat pepatah yang bilang " MENJADI TUA ITU PASTI, NAMUN MENJADI DEWASA... ITU PILIHAN!"

kembali kemasalah korupsi yang ndak ada habis-habisnya dibahas di negeri ini, saya setuju dengan pendapat penulis disana bahwasanya para koruptor itu bisa saja lolos dari pengadilan dunia NAMUN DAPAT DIPASTIKAN mereka tidak akan lolos dari pengadilan ALLAH SWT.

sejenak aku merenung dan...
1. apakah negara ini akan semakin carut marut dengan kualitas anak muda penerus bangsa yang seperti itu?
2, bagaimana caranya mendidik anak-anak ku menghadapi keadaan negeri ini nantinya ya?
3. apa yang harus saya persiapkan secara pribadi dan sebagai pemimpin rumah tangga?
4. ...

itulah pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa ku jawab sepenuhnya :'(
Bagaimana dengan Anda?


Proses = Process

hampir dalam setiap meeting saya selalu dengar kata proses, atau process in english :)
menggambarkan sesuatu kejadian yang berlangsung antara input dan output.

Kalo ndak salah dulu saya sempat dapat mata pelajaran pemodelan, itu pun kalo saya ndak tidur waktu kuliah he,,, he,,,
disalah satu kuliah itu adalah membahas masalah ini, dalam bentuk yang sederhana bisa digambarkan sebagai berikut:

note: koq dah kaya dosen gini bahasanya ya LoL

INPUT -->; PROCESS -->; OUTPUT

dimana proses adalah suatu kegiatan atau pengolahan dari segala macam inputan yang dimasukkan kedalamnya untuk menghasilkan suatu keluaran atau output tertentu - bisa yang sesuai dengan yang diharapkan atau pun tidak.

disinilah muncul istilah GARBAGE IN, GARBAGE OUT yang artinya... bila sampah yang dimasukkan sebagai bahan inputnya maka sudah bisa di"pasti"kan sampah juga yang dihasilkannya.

Walau... ada sebagian orang yang membantahnya dengan alasan tidak semua sampah keluar sampah, bagaimana dengan hasil daur ulang - kan inputnya adalah sampah/bahan tidak terpakai namun keluarannya/output adalah barang yang bisa dimanfaatkan?

tapi... saat ini saya tidaj ingin ngomoning itu. PROSES itu yang terpentin buat saya saat ini. bila kita ingin mendapatkan/menjadi SESUATU - output maka kita harus mengalami yang namanya proses. banyak hal yang kita bisa jadikan contoh:


INPUT PROCESS OUTPUT
baju kotor mesin cuci baju bersih
kayu pengrajin kayu patung indah
besi pandai besi pedang tajam
ulat kepompong kupu-kupu















lihat... sesuatu hasil (output) yang memiliki nilai dan manfaat yang jauh lebih baik dari bahan bakunya (input) harus mengalami suatu proses yang kadang "menyakitkan" untuk menghasilkan sesuatu yang indah bukan.

baju kotor, harus mengalamai putaran yang memusingkan untuk menjadi bersih. Sementara kayu dan besi harus mengalamami pemotongan, pemukulan, pemahatan, bahkan pembakaran di suhu tinggi untuk menghasilkan patung indah atau pedang yang bagus.

sementara... kupu=kupu yang indah berasal dari ulat yang ber"proses" menjadi kepompong dan kupu-kupu harus keluar secara tersiksa dari lubah kecil yang ada di kepompong tersebut!! untuk menjadi kupu-kupu yang indah.

Jadi... proses itu kadang menyakitkan namun hasil yang akan didapatkan pastinya akan sangat bernilai. Jangan menyerah di tengah jalan dalam menjalani prosesnya mungkin di ujung proses yang tinggal selangkah lagi anda akan mendapatkan hasil yang anda harapkan atau malah lebih dari yang anda harap dan bayangkan sebelumnya.

JANGAN MENYERAH KAWAN!

APA YANG SALAH?


Dalam perjalanan saya kali ini Jambi-Palembang, saya banyak bertemu teman2  lama disana. Hampir semua sudah jadi pengusaha sekarang. Ada juga sich yang masih kerja sebagai employee, masih ikut orang istilah mereka dan... tidak banyak perubahannya tuch, semenjak saya tinggalkan wilayah itu sekitar 5 tahun yang lalu 

Namun, dari  5 orang yang saya jumpai disana ada 1 orang yang hingga terakhir saya jumpa masih berkutat dengan masalah-masalah. Nah, kawan lama pengusaha ini agak berbeda dengan cerita 2 kawan yang berhasil di sharing saya sebelumnya.

Walau dia sudah memulai usahanya sejak tahun 2004, namun sejak buka hingga hari ini masih dirundung masalah dan yang bertubi-tubi, mulai dari anak buahnya yang mencuri uang kantor, di-“polisikan” oleh suppliernya, hingga menggunakan preman dan menteror keluarganya, saudara iparnya yang menggerogoti dari dalam walau sudah diberi pekerjaan di perusahaannya, hingga komunitas yang mencibir dan membuangnya dari lingkungan mereka.

Hebatnya kawan ini hingga hari ini masih bertahan, walau waktu aku tanya gimana kondisinya sekarang setelah hampir 6 tahun berlalu. “Kembali dari awal! Saya memulainya dengan 1 orang pegawai administrasi dan keuangan plus office boy merangkap penjaga gudang yang lebih sering kosongnya dari pada terisi oleh barang ” begitu jawaban yang dia berikan ke saya

Setelah mengobrol dengan pembahasan “utara-selatan” (ngalor ngidul maksudnya red.) dia menceritakan apa yang terjadi mengenai usahanya, tekanan yang dia terima baik dari luar maupun dalam keluarganya sendiri (keluarga dari pihak dia maupun istrinya), beberapa kali keluar masuk rumah sakit, bolak balik ke Polda, dsb... dsb... dsb... banyaklah keluhannya!

Dia bercerita sambil meneteskan air matanya, membayangkan betapa berat semua yang dialaminya. Setelah mendengar semua ceritanya, Aku pun bertanya : “kalo aku yang mengalami hal seperti itu, apakah bisa sekuat dia ya...?” hampir sejak ia membuka usaha, hanya di satu tahun pertama lah dia merasakan nikmatnya menjadi seorang pengusaha, setelah itu hampir 4 th berselang dia terpuruk dan makin terpuruk saja.

Pertanyaan saya cukup sederhana, setelah mendengarkan kisahnya yang seperti sinetron di tv-tv itu. “Apa yang salah dengan mu kawan?” dan tanpa disangka-sangka dia terkejut dan memberitahukan saya bahwa saya adalah orang kedua yang bertanya seperti itu. Tadinya dia tidak menggubris saat orang pertama yang berkata seperti itu, mungkin hanya sekedar bertanya dan basa-basi saja.

Karena pagi itu saya sudah ada janji yang lain dan sudah mepet waktunya, maka kami pun berpisah untuk bertemu lagi malam nanti.
Malam, itu dia datang dan setelah makan malam dia pun membuka pembicaraan. “Ya, saya sudah coba renungkan apa yang kamu tanya pagi tadi?” ujarnya. Lalu mulai lah dia bercerita hal lain yang tidak dia ceritakan pagi tadi.

Dia menceritakan bagaimana bangga-nya, bila tidak mau dibilang sombong atas kesuksesan yang cepat diraihnya hanya dalam tahun pertama sudah bisa meraih omset yang besar, dia pun dianggap sebagai pahlawan keluarga baik dari pihak dia maupun sang istri, walau pun rajin menjalankan ibadah, namun dia selalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya dalam ibadah itu. Bagaimana dia rajin berdoa, melakukan sedekah, dan sumbangan-sumbangan lain. Semua ini diceritakannya kepada orang lain dengan rasa bangga.

Tulus, ikhlas dan bersahaja, tampaknya tidak ada di kamus hidupnya. Saya sendiri pun tidak tahu apakah ini karena dia tidak melakukan semua itu atau tidak? Bila mendengarkan ceramah agama pasti itulah penyebabnya. Dia pun berjanji untuk merubah semua perilakunya itu dan saya... saya berkesempatan untuk melihat pembuktian bahwa kadang kesuksesan itu datang dari sikap kita sendiri – ini merunut buku-buku management dan motivasi yang saya baca. Namun, dari kaca mata keyakinan saya inilah saatnya membuktikan apakah tulus dan ikhlas bisa menyelesaikan masalahnya? Dan saya yakin bila itu masalahnya dan dia merubahnya pasti berhasil.

SUKSES SELALU Kawan.

Palembang, Mar 7



PERSISTENT =KONSISTEN?


Nah, ketemu lagi dech sama satu kawan lama lainnya yang ini agak berbeda, karena dari dulu dia memang agak berkelas. Terutama karena dia anak bungsu, anak laki satu-satunya di keluarga dan kebetulan orang tuanya cukup mampu. Jadi,... ya... memang sejak muda dia sudah biasa menerima yang enak-enak 

5 tahun yang lalu saya terakhir bertemu dengan dia dalam kondisi masih di persimpangan, antara tetap bekerja sebagai employee atau menjadi enterpreneur.

Namun, jabatan kepala cabang yang di sandangkanya waktu itu yang membuatnya tetap bertahan. Hampir semua rekan kepala cabang yang lain yang saya kenal, selalu mencibirnya dengan mengatakan “Anak mami itu mana bisa jualan, ngegaya aja yang jago...”

Secara ekonomi menurut saya pada saat itu masih jauhlah bila di banding saya (pada saat itu red.) dia hanya menggunakan kijang capsul e tahun 97, rumah masih petak hanya ada 1 lorong seperti ruko dan gaji yang pas-pasan, bonus tergantung para pemegang saham. Karena walau dijanjikan dia mendapatkan saham kosong, namun pada pelaksanaannya itu hanyalah angin surga.

Lalu, sekitar 3-4 tahun yang lalu saya dengar terjadi perpecahan antara pemegang saham tempat dia bekerja. Beberapa cabang dibagi-bagi oleh 2 pemgang saham terbesar perusahaan tersebut. Pemegang saham lama yang menjadi mayoritas di cabang yang dia pimpin menerapkan sistem yang lebih fare. Dia mendapatkan saham kosong dan bisa menambahkan kepemilikan saham tersebut hingga maksimal 49%. 
Wooowww... ini mah sudah jadi partner usaha!

Dengan semangat seperti itu, kini saya tidak mendengar lagi keluhannya untuk keluar dari pekerjaannya. Kini yang dia ceritakan adalah: dia baru saya membeli tanah seluas 1.2ha untuk kantor dan gudang yang besar. Lalu, berencana pindah rumah dari tempat lama ke tempat baru yang bernilai 800juta dan posisi di tengah kota!

Hemmm.... hanya 4 tahun saja Broer! Dia sudah bisa membalikkan keadaan kini, saya masih pake kendaraan inventaris dia pake apa coba..? ALPHARD. Opo ora edan tenan!!!!

Terlepas dari semua yang pernah terjadi ada pelajaran yang bisa saya petik dari semangat kawan lamaku yang satu ini: 

KONSISTEN. Dia tetap melakukan pekerjaannya, membina customer2nya (karena saat saya tanya tidak ada customer yang baru). Saat semua kepala cabang rekannya memberikan kredit yang lebih lama atau mecari customer baru, dia tetap saja dengan gaya lamanya. Customer lama dibina dia dan 1-2 customer  baru dan biasanya tidak lama kemudian tidak di supplynya.

Kini, saat semua cabang kehabisan tenaga karena tidak liquid. Banyak piutang dibawah, dia tetap liquid. Cash flownya tetap terjaga. Karena dia konsisten dengan sikapnya yang tidak memberikan kredit lama dan tidak melakukan ekspansi customer baru di wilayah customer lamanya.

Karena dia KONSISTEN melakukan ini maka customer loyalnya pun mempunyai pilihan, mau safe belanja dengan dia atau mencari barang2 yang murah karena distributornya perang harga mereka akan ke tempat lain.

PERSISTENT. Walau pun segala macam godaan, keraguan dan hambatan yang dia alami dalam melakukan bisnis ini sehari-hari. Ternyata ... who’s the one who laugh at the end

Semangatnya dan dukungan keluarga inti yang besarlah yang bisa membuat dia bertahan untuk tetap melakukan apa yang diyakininya. Ini berdasarkan pengakuannya pada saat bertemu dengan saya. Hal ini bisa saya benarkan karena kebetulan saya juga mengenal istrinya.
Apakah anda bisa konsisten melakukannya dan cukup persistent menjalankannya? Pilihan ada di anda, andalah orang yang paling berpengaruh untuk menentukan nasib anda sendiri. Ya ndak?

Jadi.... apakah KONSISTEN=PERSISTENT?

Jambi, Mar 11 2010